Disdik Mataram Dukung Penuh Implementasi Kurikulum Antikorupsi, Bentuk Karakter Jujur Sejak Dini
Dinas Pendidikan Kota Mataram menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerapan Kurikulum Antikorupsi, demi membentuk generasi muda berintegritas dan jujur sejak dini. Bagaimana implementasinya?
Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung rencana implementasi kurikulum antikorupsi. Langkah ini bertujuan membentuk karakter anak yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab sejak usia dini. Dukungan ini muncul menyusul inisiatif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf, menegaskan bahwa kurikulum ini merupakan upaya krusial. Tujuannya adalah mencegah perilaku korupsi di masa depan terhadap generasi penerus bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan di Mataram pada Sabtu (22/11) lalu.
KPK berencana memformalkan pendidikan antikorupsi menjadi bagian dari kurikulum nasional. Ini adalah langkah strategis untuk menghentikan regenerasi koruptor. Penanaman nilai kejujuran akan dilakukan sedini mungkin di lingkungan pendidikan.
Implementasi Awal dan Integrasi Lokal
Yusuf menyatakan bahwa jika kurikulum antikorupsi ini diformalkan, pemerintah daerah harus siap melaksanakannya. Kurikulum yang diterapkan saat ini juga merupakan kurikulum nasional, sehingga adaptasi tidak akan terlalu sulit. Pendidikan antikorupsi dapat diintegrasikan dengan kearifan dan budaya lokal. Ini sudah menjadi bagian dari praktik pendidikan di Mataram.
Kota Mataram telah mencanangkan dua sekolah percontohan untuk pendidikan antikorupsi. Sekolah tersebut adalah SD Negeri 7 Mataram dan SMP Negeri 15 Mataram. Program-program antikorupsi diimplementasikan melalui berbagai mata pelajaran. Ini termasuk kewarganegaraan, pendidikan agama, bahkan melalui guru Bimbingan Konseling (BK).
Dalam pendidikan agama misalnya, anak-anak diajarkan tentang pentingnya bersikap jujur dan disiplin. Disiplin dianggap sebagai bagian fundamental dari sikap antikorupsi. Ketidakdisiplinan, seperti terlambat atau bolos belajar, dapat dikategorikan sebagai perilaku korupsi kecil. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar sangat ditekankan.
Menanamkan Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab
Untuk memperkuat pendidikan antikorupsi melalui kearifan lokal, Disdik Kota Mataram telah mengambil langkah konkret. Mereka bersurat kepada semua sekolah terkait penyambutan siswa oleh guru di gerbang sekolah. Inisiatif ini dilakukan sekitar dua minggu sebelum pernyataan tersebut.
Hal itu merupakan upaya efektif menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini. Etika, moral, iman, dan takwa menjadi fokus utama dalam pendidikan karakter anak. Yusuf menegaskan bahwa ini adalah tujuan utama dari pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan antikorupsi, meskipun terlihat kecil, sangat vital.
Pendidikan antikorupsi di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP difokuskan pada penanaman sikap jujur. Selain itu, sikap disiplin dan bertanggung jawab juga menjadi prioritas utama. Metode yang digunakan adalah memberikan contoh melalui budaya dan kearifan lokal yang relevan. Anak-anak tidak diajarkan undang-undang atau sanksi korupsi secara langsung.
Sebaliknya, mereka diedukasi mengenai hal-hal kecil yang dapat memengaruhi masa depan mereka. Yusuf menekankan bahwa pendidikan ini merupakan fondasi penting. Setelah SD 7 dan SMP 15 Mataram menjadi percontohan, diharapkan semua sekolah lain dapat menerapkan program serupa. Disdik juga aktif melakukan sosialisasi secara masif terkait pentingnya pendidikan antikorupsi.
Sumber: AntaraNews