Dinkes Sulsel Ungkap Kunci Sukses Eliminasi Stigma Sosial TBC: Libatkan Masyarakat dan Kemenag
Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menekankan pentingnya Eliminasi Stigma Sosial TBC sebagai kunci penanggulangan penyakit ini. Langkah strategis melibatkan berbagai pihak untuk edukasi dan perubahan persepsi masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa upaya eliminasi stigma sosial TBC merupakan kunci utama keberhasilan dalam penanggulangan penularan Tuberkulosis di wilayah tersebut. Stigma yang melekat di masyarakat menjadi tantangan besar yang menghambat upaya pencegahan dan pengobatan TBC secara efektif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes Sulsel, Moh Yusri Yunus, di Makassar pada Selasa (20/1), menjelaskan bahwa penanggulangan TBC tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memerlukan pendekatan sosial yang kuat. Menurutnya, menekan stigma sosial adalah langkah krusial untuk memastikan pasien tidak takut mencari bantuan medis.
Stigma ini seringkali membuat penderita TBC merasa terisolasi dan enggan untuk memeriksakan diri atau mengakui kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, Dinkes Sulsel mengambil langkah proaktif melalui berbagai kampanye dan kemitraan untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pasien TBC.
Tantangan Stigma Sosial dalam Penanggulangan TBC
Stigma sosial terhadap penderita TBC masih menjadi hambatan serius dalam upaya penanggulangan penyakit ini, baik di Sulawesi Selatan maupun secara nasional. Stigma ini termanifestasi dalam bentuk ketakutan pasien untuk dikucilkan, yang pada akhirnya menghalangi mereka untuk mencari diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Moh Yusri Yunus mencontohkan, stigma dapat terlihat dari respons masyarakat terhadap seseorang yang batuk atau flu, di mana seringkali ada kecenderungan untuk meminta penderita menjauh dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Sikap dan perkataan semacam ini dapat melukai perasaan pasien dan memperparah isolasi yang mereka rasakan.
Padahal, pendekatan yang lebih bijaksana adalah dengan menyarankan penderita untuk menggunakan masker saat berada di tempat umum atau di tengah banyak orang. Pendekatan ini lebih mengedepankan edukasi dan perlindungan, bukan pengucilan, sehingga dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit tanpa menimbulkan dampak psikologis negatif bagi penderita.
Strategi Dinkes Sulsel untuk Eliminasi Stigma Sosial TBC
Untuk menghapus stigma negatif yang menghambat penanggulangan TBC, Dinkes Sulsel telah mengimplementasikan serangkaian langkah preventif dan promotif. Salah satu strategi utamanya adalah melalui kampanye promosi kesehatan yang melibatkan tim terpadu dari tingkat kabupaten/kota hingga puskesmas.
Tim-tim ini secara aktif melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi. Tujuannya adalah untuk menyebarkan informasi yang akurat tentang TBC, cara penularannya, serta pentingnya pengobatan, sekaligus mengubah persepsi negatif yang ada.
Selain itu, Dinkes Sulsel juga menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk media arus utama. Kemitraan ini bertujuan untuk membantu mengampanyekan inovasi dalam penanggulangan TBC, bukan hanya menyoroti kekurangan layanan. Dengan demikian, diharapkan dapat terbentuk narasi yang lebih positif dan konstruktif di mata publik.
Kolaborasi dengan Kemenag di kabupaten/kota juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Melalui kegiatan keagamaan, khususnya saat Bulan Suci Ramadhan yang sarat dengan tausiah atau ceramah keagamaan, Kemenag diharapkan dapat membantu mengampanyekan pola hidup sehat dan mengurangi stigma terhadap penderita TBC. Pendekatan ini memanfaatkan pengaruh tokoh agama untuk menyampaikan pesan kesehatan secara efektif kepada masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews