Dinkes Sulsel Gelar Skrining Kesehatan Massal untuk Personel Satpol PP
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan skrining kesehatan massal bagi ratusan personel Satpol PP untuk deteksi dini penyakit tidak menular dan gangguan paru, termasuk TBC, demi memastikan kondisi fisik prima.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) menjadwalkan kegiatan skrining kesehatan massal yang ditujukan bagi ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Langkah ini merupakan upaya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dan gangguan paru di lingkungan pegawai pemerintah.
Kegiatan ini akan menyasar sebanyak 587 pegawai Satpol PP dan diagendakan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 Januari 2026. Pelaksanaan penting ini akan berpusat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya mencakup pemeriksaan fisik, tetapi juga skrining kesehatan jiwa dan edukasi kesehatan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan personel Satpol PP melalui kampanye kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Deteksi Dini Penyakit dan Peningkatan Pengetahuan
Program skrining kesehatan yang diinisiasi Dinkes Sulsel ini berfokus pada identifikasi faktor risiko penyakit di kalangan personel Satpol PP. Upaya ini merupakan langkah proaktif pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan para penegak peraturan daerah.
Salah satu layanan utama dalam skrining kali ini adalah pemeriksaan kesehatan paru menggunakan teknologi portable X-ray. Alat canggih ini berfungsi untuk mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) serta kelainan paru lainnya pada populasi yang dianggap berisiko tinggi.
Dinkes Sulsel menargetkan penemuan kasus TBC secara dini agar pasien dapat segera mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT). Ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengendalikan penyebaran TBC di Indonesia.
Evi Mustikawati Arifin menjelaskan, "Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan personel Satpol PP melalui kampanye kesehatan dan melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mengidentifikasi faktor risiko penyakit."
Integrasi Data dan Kolaborasi Lintas Sektor
Seluruh hasil pemeriksaan kesehatan dari kegiatan skrining ini akan diintegrasikan langsung ke dalam sistem pelaporan digital yang telah tersedia. Sistem tersebut meliputi SITB untuk data TBC dan ASIK CKG untuk data Cek Kesehatan Gratis.
Integrasi data ini memastikan pencatatan yang akurat dan mempermudah pemantauan kondisi kesehatan personel secara berkelanjutan. Hal ini juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk program kesehatan selanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes Sulsel tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan sejumlah pihak terkait. Mitra kolaborasi meliputi Dinas Kesehatan Kota Makassar, Rumah Sakit CPI Makassar, serta berbagai puskesmas di wilayah tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat memastikan kondisi fisik para penegak perda di Sulawesi Selatan tetap prima dalam menjalankan tugas di lapangan. Kesiapan fisik sangat penting mengingat tuntutan tugas Satpol PP yang kerap berada di garis depan.
Sumber: AntaraNews