Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) akan segera menggelar program "Gubernur Menyapa" yang dirangkai dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak. Kegiatan ini akan menyasar para siswa di 12 kabupaten/kota di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Pelaksanaan program ini dijadwalkan berlangsung pada 13 April 2026, tepat setelah upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, di Palu, menekankan pentingnya persiapan matang untuk program ini. Persiapan harus mencakup aspek pendidikan dan kesehatan, mengingat skala pelaksanaannya yang serentak serta melibatkan banyak pihak terkait. Program ini merupakan bagian integral dari upaya Pemprov Sulteng dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tujuan utama CKG serentak ini adalah untuk mendorong deteksi dini penyakit di kalangan generasi muda. Selain itu, program ini juga mendukung kebijakan nasional di bidang kesehatan yang telah diinisiasi oleh Presiden RI. Diharapkan, melalui inisiatif ini, layanan kesehatan dapat semakin dekat dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para siswa.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serentak ini akan dilakukan secara daring setelah upacara HUT Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasi kegiatan tersebar di berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di 12 kabupaten/kota. Beberapa lokasi yang ditunjuk antara lain SMA 1 Sigi, SMA 1 Sindue (Donggala), SMA 1 Parigi (Parigi Moutong), SMK 1 Tolitoli, dan SMK 1 Biau (Buol).
Selain itu, program ini juga akan menjangkau SMA 1 Luwuk (Banggai), SMK 1 Tinakung (Banggai Kepulauan), SMA 1 Banggai (Banggai Laut), SMA 1 Petasia (Morowali Utara), SMA 1 Bungku (Morowali), SMAN 3 Poso (Poso) dan SMA GKST 2 Tentena, serta SMAS 1 Ampana Kota (Tojo Una-Una). Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menargetkan seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai sebelum pukul 12.00 Wita pada hari pelaksanaan.
Untuk mencapai target tersebut, seluruh pihak di kabupaten/kota, baik dari sekolah maupun puskesmas yang ditunjuk, diminta untuk benar-benar siap. Tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan di daerah juga diinstruksikan untuk sudah berada di lokasi masing-masing sebelum kegiatan dimulai. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran dan efektivitas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis Siswa ini.
Advertisement
Advertisement
Dalam pelaksanaan CKG, Wakil Gubernur Reny A Lamadjido meminta setiap puskesmas untuk aktif melaporkan capaian pelayanan kesehatan yang telah dilakukan. Laporan ini mencakup periode sejak Januari hingga hari pelaksanaan program. Pelaporan yang akurat dan tepat waktu sangat krusial untuk evaluasi dan akuntabilitas program.
Selain itu, penekanan juga diberikan pada pentingnya penginputan data secara lengkap ke dalam aplikasi yang telah disediakan. Input data yang komprehensif ini berfungsi sebagai bentuk akuntabilitas dan bahan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program Cek Kesehatan Gratis Siswa. Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk perbaikan dan pengembangan program di masa mendatang.
Program CKG ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar, yaitu “Gebyar Berani Cek Kesehatan Gratis Terpadu”. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong deteksi dini berbagai penyakit di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat meminimalisir risiko kesehatan yang lebih serius di kemudian hari, khususnya di kalangan siswa.
Advertisement
Advertisement
Meskipun terdapat beberapa keterbatasan, seperti ketersediaan reagen dari pemerintah pusat, jajaran kesehatan diminta untuk tetap menjalankan layanan sesuai kemampuan yang ada. Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menegaskan agar tindakan yang bisa dilakukan di puskesmas segera dilaksanakan, sembari terus mendorong percepatan distribusi reagen dari pusat. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemprov Sulteng dalam memberikan layanan kesehatan maksimal.
Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis Siswa ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor yang kuat. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan menjadi kunci utama dalam menjangkau lebih banyak siswa dan memastikan program berjalan efektif. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih baik bagi generasi muda.
Melalui program ini, Pemprov Sulteng berharap upaya preventif kesehatan dapat menjangkau lebih luas, khususnya generasi muda. Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pada akhirnya, program ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di Sulawesi Tengah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews