Debit Sungai Ogan OKU Waspada Banjir, BPBD Imbau Masyarakat Siaga Hadapi Potensi Bencana
Debit Sungai Ogan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini berada pada level waspada, meningkatkan potensi banjir. BPBD OKU mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi ancaman bencana alam.
Debit air Sungai Ogan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dilaporkan berada pada level waspada. Situasi ini berpotensi memicu bencana banjir yang memerlukan kewaspadaan bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi, melalui Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), Gunalfi, pemantauan alat pendeteksi banjir atau Level Gauge menunjukkan peningkatan signifikan. Peningkatan debit sungai ini terdeteksi di beberapa kecamatan di wilayah setempat pada Minggu (29/3).
Kondisi ini mendorong BPBD OKU untuk memperpanjang status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Langkah antisipasi ini diambil guna menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi pada akhir Maret 2026.
Peningkatan Debit Sungai Ogan di Beberapa Titik Krusial
Pemantauan yang dilakukan oleh Level Gauge pada Minggu (29/3) sekitar pukul 08.30 WIB menunjukkan data peningkatan debit air yang signifikan. Di wilayah Kecamatan Pengandonan, debit Sungai Ogan tercatat naik mencapai 134,78 centimeter.
Sementara itu, aliran sungai di wilayah Kecamatan Ulu Ogan juga menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi, mencapai 155,94 cm dan Kecamatan Lengkiti naik 19,67 cm.
Gunalfi menjelaskan bahwa meskipun pada Minggu sore debit sungai sudah berangsur surut, potensi peningkatan kembali tetap ada. Hal ini sangat mungkin terjadi jika curah hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama kembali mengguyur wilayah tersebut.
BPBD OKU Perpanjang Status Siaga dan Imbau Masyarakat Waspada
Menyikapi potensi banjir ini, BPBD OKU sebelumnya telah memperpanjang status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada akhir Maret 2026.
Dalam penetapan status siaga ini, BPBD OKU juga meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana. Tujuannya adalah agar upaya penanganan banjir dan tanah longsor dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga mampu meminimalisir potensi korban jiwa.
Masyarakat diimbau untuk tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Pengalaman banjir bandang yang terjadi di Kabupaten OKU pada Mei 2024 harus menjadi pelajaran berharga untuk selalu siap siaga.
Gunalfi menegaskan, "Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten OKU pada Mei 2024 harus dijadikan pelajaran agar kita selalu waspada guna mengantisipasi korban jiwa."
Manfaatkan Teknologi untuk Pemantauan Cuaca dan Kesiapsiagaan
Untuk mendukung upaya kewaspadaan, masyarakat saat ini dapat secara mandiri memantau prakiraan cuaca harian hingga level desa atau kelurahan. Informasi terkini ini dapat diakses melalui situs web resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di https://cuaca.bmkg.go.id/.
Selain itu, aplikasi InfoBMKG juga menyediakan pembaruan cuaca secara real-time yang dapat diunduh pada perangkat seluler. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat untuk keselamatan.
Kesiapsiagaan kolektif antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana alam. Koordinasi yang baik dan respons cepat dapat mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh banjir atau tanah longsor.
Sumber: AntaraNews