Dayeuhkolot Bandung Dilanda Banjir, 19.408 Warga Terdampak Luapan Sungai
Hingga memasuki hari keempat, genangan air di sejumlah titik belum juga surut dan masih mengganggu aktivitas warga setempat.
Banjir masih melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, sejak Jumat (10/4) akibat luapan Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede. Hingga memasuki hari keempat, genangan air di sejumlah titik belum juga surut dan masih mengganggu aktivitas warga setempat.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyebut banjir dengan ketinggian berkisar 10 hingga 120 sentimeter menerjang tiga desa dan satu kelurahan. Tiga desa yang dimaksud yakni Desa Dayeuhkolot, Desa Citereup, dan Desa Cangkuang Wetan. Sementara itu, satu kelurahan yang diterjang banjir yakni Kelurahan Pasawahan.
"Dampaknya banyak rumah warga yang terendam banjir dan sebagian akses jalan terputus," kata dia melalui keterangan yang diterima pada Senin (13/4).
Mengungsi
Jika ditotalkan, di Kecamatan Dayeuhkolot, terdapat 19.408 jiwa yang terdampak banjir. Dari angka tersebut, hanya 122 jiwa yang memutuskan untuk mengungsi ke gedung desa hingga masjid. Warga yang terdampak sedang membutuhkan makanan cepat saji, air minum, hingga selimut.
"Jumlah jiwa yang mengungsi 122 jiwa," ungkap dia.
Situasi terkini, sambung Asep, ruas Jalan Raya Dayeuhkolot masih tergenang banjir dengan ketinggian 40 hingga 50 sentimeter. Ruas jalan utama itu sudah dapat dilalui oleh mobil. Selain itu, ada beberapa ruas jalan desa yang sudah banjirnya mulai surut.
"Beberapa ruas jalan desa sudah berangsur surut," kata dia.