Dapur Standar Nasional, SPPG Bongoime Jadi Rujukan Keamanan Pangan Program MBG
Seluruh proses di SPPG Bongoime dari bangunan hingga operasional berpijak pada standar nasional yang telah ditetapkan.
Di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, sebuah dapur bekerja lebih dari sekadar menyiapkan makanan. Di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bongoime, setiap sudut ruang, alur kerja, hingga tetes air yang digunakan dalam proses memasak dirancang mengikuti standar ketat. Inilah wujud komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjaga mutu dan keamanan pangan Program Makan Bergizi (MBG).
Sejak tahap perencanaan, SPPG Bongoime dibangun dengan pendekatan menyeluruh sesuai petunjuk teknis (Juknis) BGN. Pendekatan ini menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan sistem pangan yang dikelola dengan prinsip keamanan, higienitas, dan tata kelola yang terukur. Tak heran jika SPPG ini dinilai layak menjadi rujukan penerapan standar dapur MBG.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa seluruh proses di SPPG Bongoime dari bangunan hingga operasional berpijak pada standar nasional yang telah ditetapkan.
"SPPG Bongoime menunjukkan bahwa dapur MBG tidak dibangun secara asal. Mulai dari bangunan baru, penggunaan lantai epoxy, sistem pengolahan limbah, hingga alur dapur dan SOP kerja, semuanya mengacu pada Juknis BGN. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakat," ujar Khairul Hidayati di Bone Bolango, Sabtu (20/12/2025).
SPPG Bongoime dilengkapi IPAL dan grease trap
Secara fisik, dapur SPPG Bongoime menggunakan material yang mudah dibersihkan dan anti jamur. Seluruh peralatan dapur berbahan stainless steel, sementara alur kerja dirancang agar setiap aktivitas tidak saling bertabrakan. Di setiap ruang, stiker SOP terpasang sebagai pengingat bagi relawan agar seluruh proses berjalan konsisten dan terkontrol.
Perhatian terhadap detail juga terlihat pada pengelolaan lingkungan. SPPG Bongoime dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan grease trap untuk memastikan air buangan bebas dari limbah minyak dan lemak sebelum dialirkan ke lingkungan sekitar. Untuk menjamin kualitas air yang digunakan dalam aktivitas dapur, teknologi ultraviolet dipasang sebagai pembunuh bakteri.
Bukti konkret keseriusan negara
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawati, menilai pentingnya penyampaian informasi yang utuh kepada publik mengenai standar tinggi yang diterapkan dalam Program Makan Bergizi. Menurutnya, keberadaan SPPG seperti di Bongoime menjadi bukti konkret keseriusan negara dalam membangun sistem pangan yang aman dan modern.
"Publik perlu mengetahui bahwa MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan. Ini adalah program negara yang dibangun dengan standar, diawasi, dan dijalankan secara profesional. SPPG Bongoime menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan nasional diterjemahkan secara utuh di lapangan," kata Molly.
Dengan standar dapur yang diterapkan secara menyeluruh, SPPG Bongoime menunjukkan bahwa keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi bukan janji di atas kertas, melainkan praktik nyata yang dijalankan setiap hari.