Buku Atasi Beban Mental: Opsi Baru Hadapi Stres dan Kecemasan di Tengah Tantangan Ekonomi Bali
Praktisi hipnoterapi di Bali mengungkapkan bahwa membaca buku yang tepat dapat menjadi solusi efektif untuk atasi beban mental dan kecemasan, terutama di tengah tekanan ekonomi.
Praktisi hipnoterapi di Bali menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi beban mental yang kian meningkat di masyarakat. Membaca buku yang sesuai dapat menjadi alternatif bagi mereka yang enggan berkonsultasi dengan ahli profesional. Pendekatan ini disampaikan di sela konferensi pers Pameran Buku Internasional Big Bad Wolf (BBW) 2026 di Kabupaten Badung, Jumat (16/5).
Opsi ini muncul sebagai respons terhadap tingginya permasalahan mental pada kelompok remaja dan orang dewasa di Bali. Keluhan gangguan kecemasan, terutama dipicu oleh persoalan ekonomi, kini marak terjadi. Kondisi ini memerlukan pendekatan yang mudah diakses dan relevan bagi masyarakat.
Hipnoterapis sekaligus Dosen Amerta Bhakti, I Made Sumerta, menjelaskan bahwa buku bisa menjadi "guru" yang memberikan solusi instan. Literasi melalui buku sederhana seperti langkah meditasi sangat dianjurkan untuk merelaksasi pikiran. Ini membuka wawasan baru dan cara pandang positif bagi pembaca.
Peran Buku sebagai Terapi Mandiri untuk Kesehatan Mental
Praktisi hipnoterapi terkemuka, I Made Sumerta, menyoroti potensi besar buku sebagai alat terapi mandiri. Menurutnya, membaca buku yang relevan tentang penyembuhan atau hipnoterapi dapat membuka "dunia baru" bagi individu. Hal ini memberikan solusi cepat dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi pembaca.
Sumerta, yang juga seorang dosen, menyatakan bahwa pendekatan ini sangat relevan di tengah peningkatan kasus gangguan kecemasan. Banyak individu, khususnya remaja sekolah dan pekerja dewasa, menghadapi tekanan mental. Memilih buku atasi beban mental bisa menjadi langkah awal yang efektif dalam mengelola kondisi tersebut.
Membaca buku tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga pengalaman belajar yang mendalam. Hal ini memungkinkan seseorang untuk memahami dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik. Buku-buku sederhana tentang meditasi atau relaksasi menjadi titik awal yang baik untuk memulai perjalanan kesehatan mental.
Tantangan Beban Mental di Bali dan Pemicu Ekonomi
Bali, yang dikenal dengan gemerlap pariwisatanya, ternyata menyimpan tantangan serius terkait kesehatan mental penduduknya. Banyak masyarakat masih memiliki pendapatan standar, bahkan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Sementara itu, kebutuhan hidup terus meningkat, menciptakan tekanan ekonomi yang signifikan.
Tekanan finansial ini seringkali berujung pada beban mental yang berat bagi warga lokal. Gangguan kecemasan menjadi keluhan paling banyak yang muncul di kalangan remaja dan usia pekerja dewasa. Kondisi ini bahkan tidak jarang mendorong sebagian orang untuk mengambil keputusan ekstrem, seperti mengakhiri hidup.
Sumerta mencatat bahwa Bali menjadi salah satu daerah dengan kasus bunuh diri tertinggi di Indonesia. Fenomena ini menggarisbawahi urgensi untuk menyediakan berbagai dukungan kesehatan mental. Memperkuat literasi terkait buku atasi beban mental menjadi salah satu strategi penting.
Big Bad Wolf 2026 Dorong Literasi dan Akses Buku Pengembangan Diri
Merespons kondisi ini, Pameran Buku Internasional Big Bad Wolf (BBW) kembali hadir di Bali. Country Director BBW Indonesia, Marthinus Wandi Budianto, menjelaskan bahwa pameran ini membawa jutaan buku. Fokus utamanya adalah buku pengembangan diri dan pikiran untuk membantu masyarakat mengurangi beban mental.
BBW 2026 akan berlangsung lebih panjang, yaitu dari 25 Mei hingga 7 Juni 2026, di Discovery Mall Bali. Harga buku yang ditawarkan sangat terjangkau, dimulai dari Rp5.000. Ini bertujuan untuk mendorong literasi membaca dan memudahkan akses terhadap buku atasi beban mental bagi semua kalangan.
Wandi mengungkapkan tantangan tahun lalu, di mana pembeli asing lebih banyak dibandingkan warga lokal Bali. Oleh karena itu, BBW berupaya keras agar masyarakat lokal kembali semangat membaca buku. Selain buku pengembangan diri, banyak pula buku kategori anak untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
Pameran ini telah 10 tahun digelar di Indonesia dan tiga tahun di Bali. BBW melakukan riset di setiap kota untuk menyesuaikan kategori buku yang dibawa. Hal ini memastikan bahwa pengunjung lokal dapat menemukan buku yang sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk buku fiksi dan non-fiksi.
Sumber: AntaraNews