BRIN Dorong Penguatan Kapal Riset Lewat Kolaborasi Strategis dengan OceanX
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) aktif mendorong penguatan kapal riset nasional melalui kerja sama dengan OceanX, demi kemandirian riset maritim Indonesia.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah gencar mengupayakan peningkatan kualitas riset maritim di Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan OceanX. Kolaborasi ini berfokus pada penguatan kapasitas kapal riset nasional.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, menekankan pentingnya inventarisasi fasilitas canggih dari kapal OceanXplorer. Hal ini bertujuan untuk melengkapi armada kapal riset milik BRIN sendiri di masa mendatang. Pernyataan ini disampaikan dalam acara daring di Jakarta pada Jumat (23/1).
Program ini merupakan bagian dari "OceanX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 – Mission Leg 2". Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian periset dalam negeri. Mereka diharapkan dapat melakukan riset lanjutan menggunakan kapal dan peralatan milik BRIN.
Fokus Kolaborasi dan Tujuan BRIN
Amarulla Octavian secara khusus meminta para periset untuk mendata secara cermat setiap fasilitas dan peralatan di kapal OceanXplorer. Data ini akan menjadi acuan penting bagi BRIN. Tujuannya adalah untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan kapal riset milik BRIN.
Langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang BRIN untuk mewujudkan kemandirian riset kelautan. Dengan demikian, riset-riset lanjutan tidak lagi bergantung pada fasilitas pihak eksternal. Periset Indonesia akan sepenuhnya mengoperasikan kapal riset mereka sendiri.
Selain itu, Amarulla juga menyoroti pentingnya dokumentasi hasil riset bersama ini secara menyeluruh. Termasuk di dalamnya adalah penyimpanan sampel yang harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini menjamin integritas dan keberlanjutan data riset.
Detail Misi Riset dan Keterlibatan Periset
Kolaborasi riset antara BRIN dan OceanX ini telah memasuki tahap kedua. Tahap ini berfokus pada eksplorasi ekosistem laut dalam dan gunung dasar laut. Misi ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 5 hingga 24 Januari 2026.
Kegiatan riset ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang sukses dilaksanakan sebelumnya. Tahap pertama berfokus pada rangkaian gunung laut di utara Sulawesi. Riset perdana ini menggunakan Kapal riset R/V OceanXplorer pada 2 hingga 22 Desember 2025.
Riset penting ini melibatkan berbagai institusi pendidikan dan penelitian. Beberapa di antaranya adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Mataram. Keterlibatan ini menunjukkan cakupan kolaborasi yang luas.
Selain itu, peneliti juga berasal dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Universitas Hasanuddin Makassar. Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Indo Ocean Foundation juga turut serta. Bahkan, University of Rhode Island AS turut menyumbangkan keahliannya.
Harapan dan Manfaat Jangka Panjang
BRIN memiliki harapan besar agar kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan data riset yang berharga. Lebih dari itu, diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan kemampuan riset maritim nasional. Ini termasuk peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Dengan adanya penguatan kapal riset, Indonesia akan memiliki kapasitas lebih besar. Kapasitas ini untuk menjelajahi dan memahami kekayaan lautnya sendiri. Hal ini krusial untuk pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Kemandirian dalam riset kelautan akan mendukung kebijakan berbasis bukti. Kebijakan ini penting untuk perlindungan lingkungan laut dan pemanfaatan ekonomi biru. Ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi negara.
Sumber: AntaraNews