BRIN Kembangkan Material Inovatif untuk Produksi Hidrogen Bersih Lebih Efisien
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berinovasi dengan material komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ untuk menciptakan hidrogen bersih melalui pemisahan air, membuka peluang energi berkelanjutan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya mendukung transisi energi berkelanjutan melalui pengembangan teknologi mutakhir. Salah satu fokus utamanya adalah menciptakan sumber energi bersih yang efisien dan ramah lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen BRIN dalam menghadirkan solusi inovatif untuk tantangan energi global.
Terbaru, BRIN berhasil mengembangkan material komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄. Material inovatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan produksi hidrogen dan oksigen bersih. Proses ini dilakukan melalui metode pemisahan air (water splitting) yang telah terbukti efektif.
Peneliti Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim, menjelaskan bahwa hidrogen adalah sumber energi bersih vital. Pengembangan material ini diharapkan dapat berperan penting dalam mendukung masa depan energi yang lebih hijau. Upaya ini berpusat di Jakarta, tempat penelitian ini dilakukan.
Potensi dan Tantangan Material NiFe-LDH
Yusuf Mathiinul Hakim dari BRIN mengungkapkan bahwa material NiFe-LDH telah banyak diteliti. Material ini dikenal sebagai katalis berbasis logam transisi yang menjanjikan. Keunggulan utamanya meliputi biaya produksi yang relatif rendah serta aktivitas elektrokimia yang baik.
Meskipun memiliki potensi besar, material NiFe-LDH menghadapi tantangan signifikan. Keterbatasan konduktivitas menjadi hambatan utama dalam meningkatkan performanya. Hal ini terutama terasa pada reaksi evolusi hidrogen, yang merupakan kunci dalam produksi hidrogen bersih.
Keterbatasan ini mendorong para peneliti untuk mencari solusi inovatif. Mereka berupaya mengatasi kendala konduktivitas agar material NiFe-LDH dapat berfungsi optimal. Peningkatan performa sangat penting untuk mencapai efisiensi produksi hidrogen yang lebih tinggi.
Inovasi Komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄
Untuk mengatasi tantangan konduktivitas, Yusuf dan timnya mengembangkan komposit berbasis heterostruktur. Mereka mengombinasikan NiFe-LDH dengan Ag₃PO₄ yang digunakan sebagai semikonduktor pendukung. Pendekatan ini diharapkan mampu memodulasi struktur elektronik serta memperkuat interaksi antarfasa pada komposit.
Pengujian dilakukan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Raman Spectroscopy untuk memverifikasi perubahan struktural. Pembentukan heterostruktur ini bertujuan menciptakan material yang lebih stabil dan efisien. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan katalitiknya secara signifikan.
Hal ini membuka jalan bagi aplikasi yang lebih luas dalam teknologi energi bersih. Peningkatan electrochemical surface area (ECSA) ini menunjukkan pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak situs aktif untuk reaksi, ucap Yusuf Mathiinul Hakim.
Peningkatan Performa dan Prospek Hidrogen Bersih
Dari sisi performa elektrokimia, komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Material ini memiliki nilai electrochemical surface area (ECSA) yang jauh lebih tinggi. Peningkatan ECSA ini signifikan dibandingkan dengan material penyusunnya secara terpisah.
Pada pengujian Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe/AP mencatat overpotential terendah. Nilainya sebesar 156,6 mV, lebih rendah dibandingkan NiFe murni maupun Ag₃PO₄ tunggal. Ini menunjukkan efisiensi yang superior dalam reaksi pemisahan air.
Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa rekayasa heterostruktur NiFe-LDH/Ag₃PO₄ efektif. Komposit ini mampu meningkatkan aktivitas elektrokatalitik untuk pemisahan air secara signifikan. Temuan ini membuka peluang besar bagi komposit tersebut sebagai kandidat material untuk produksi hidrogen yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews