BRI Peduli Korban Banjir Lampung, Salurkan Ribuan Makanan Demi Ringankan Beban Warga
BRI Bandar Lampung membagikan 2.000 nasi kotak dan 400 dus air mineral kemasan untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir.
BRI Bandar Lampung membagikan 2.000 nasi kotak dan 400 dus air mineral kemasan untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Bantuan ini disalurkan dalam beberapa tahap di titik-titik paling terdampak banjir pada Jumat (17/1).
BRI membagikan 600 nasi kotak dan 300 dus air mineral di posko Kecamatan Teluk Betung Selatan pada Senin (20/1). Sementara itu, 400 nasi kotak dan 100 dus air mineral lainnya disalurkan ke posko Kelurahan Way Lunik, Panjang. Kedua lokasi ini menjadi wilayah yang terdampak paling parah dari banjir.
Sehari sebelumnya, pada Minggu (19/1), BRI telah menyalurkan 1.000 nasi kotak ke posko Kecamatan Teluk Betung Selatan sebagai bentuk tanggap darurat.
Regional Operational Head BRI Bandar Lampung Arief Amirudin, menyatakan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.
"Mudah-mudahan dengan bantuan yang kami berikan bisa meringankan beban masyarakat," ujar dia dalam keterangannya.
Arief juga menambahkan lokasi-lokasi terdampak banjir ini memiliki banyak nasabah dan pekerja BRI. Selain memberikan bantuan, Arief mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan.
"Kami berharap masyarakat tetap waspada, karena hujan masih tinggi. Lakukan langkah antisipatif apabila memang air mulai tinggi, sehingga tidak ada lagi korban jiwa," katanya.
Sinergi dengan IWABRI
Sementara itu, Ketua IWABRI Wilayah Lampung, Denok Bernadi berharap bantuan ini dapat meringankan masyarakat dalam proses pemulihan pasca-banjir.
"Semoga bermanfaat dan warga segera pulih kembali. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap curah hujan yang tinggi dan mempersiapkan diri jika terjadi banjir susulan," kata Denok.
BRI Regional Office Bandar Lampung berharap bantuan tanggap darurat ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi perhatian tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.