BPBD Jabar Petakan Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Sebarannya
BPBD Jabar telah melakukan pemetaan dampak dari cuaca ekstrem akibat siklon tropis 93S.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, telah mensosialisasikan potensi dampak cuaca ekstrem gara-gara siklon tropis 93S.
Seiring dengan itu, kesiapsiagaan mitigasi pun ditingkatkan pada BPBD kabupaten/kota, termasuk di Jawa Barat.
"Memang tugas kita untuk provinsi yang disaminasikan peringatan ini, supaya mengantisipasi potensi-potensi bencana yang mungkin saja terjadi. ini kan sampai tanggal 25. Yang namanya potensi cuaca ekstrim ini, yang harus kita waspadai hujan lebatnya, utamanya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat," ucap Pranata Humas Ahli Muda, pada BPBD Jabar, Hadi Rahmat dihubungi, Senin (22/12).
Ia menerangkan bahwa wilayah rawan terdampak telah dipetakan berdasarkan tipologi. Di wilayah selatan, yang mayoritas ialah daerah perbukitan dan lembah yang memiliki potensi banjir bandang dan longsor.
Adapun di utara, lebih berpotensi mengalami banjir, kendati tak dipungkiri potensi tetap ada risiko banjir dan longsor di daerah lainnya.
BPBD Jawa Barat turut menaruh perhatian pada potensi gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan, sebagaimana peringatan yang telah dikeluarkan BMKG.
Oleh karena itu, nelayan diimbau untuk tidak melaut saat kondisi gelombang tinggi berpotensi terjadi. Selama ini para nelayan dinilai telah memahami risiko tersebut, namun penyampaian informasi secara resmi tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi.
"Tentu ini harus diinformasikan ke para nelayan, agar kalau memang terjadi gelombang tinggi, tidak ada korban yang terdampak karena kejadian itu," ucapnya.
Hadi melanjutkan, Informasi tersebut juga diteruskan kepada masyarakat umum secara berjenjang, mulai dari BPBD provinsi kepada BPBD kabupaten/kota, lalu ke aparat kewilayahan dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.
Respons Maksimal
Hadi menegaskan pemerintah tetap berkomitmen memberikan respons maksimal apabila terjadi bencana.
Ia menilai dukungan dari berbagai pihak, termasuk jaringan relawan dan klaster logistik, sangat membantu dalam upaya penanganan.
"Terkait dengan ketersediaan anggaran memang dirasa kurang, cuma dukungan dari pihak anggota kelas logistik di Jawa Barat ini memang luar biasa, untuk mendukung penanganan bencana di Jawa Barat," ucapnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta mencermati kondisi lingkungan sekitar dan segera mengungsi ke tempat yang aman apabila muncul tanda-tanda yang membahayakan.