BMKG: Gempa Ambon M 4,8 Tidak Berpotensi Tsunami, Ini Alasan Maluku Rawan Guncangan
Gempa Ambon berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Ambon, namun BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami. Ketahui penyebab Ambon sering diguncang gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,8 mengguncang Ambon pada 20 September 2023 pukul 15.54 WIT. Pusat gempa Ambon berada di laut 37 kilometer barat Ambon dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan gempa ini termasuk kategori dangkal. Guncangan akibat aktivitas sesar aktif ini dirasakan masyarakat Ambon pada skala intensitas III–IV MMI.
Meskipun getaran cukup terasa dan membuat banyak orang terbangun, BMKG memastikan gempa Ambon ini tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan signifikan maupun aktivitas gempa susulan.
Detail Gempa dan Imbauan BMKG
Gempa Ambon dengan magnitudo 4,8 terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Lokasinya yang dangkal menunjukkan adanya aktivitas sesar aktif di bawah laut wilayah tersebut.
Guncangan gempa Ambon ini cukup kuat dirasakan di dalam rumah. Skala intensitas III–IV MMI dapat membuat banyak orang terbangun dari tidur atau merasakan getaran nyata.
BMKG mengimbau masyarakat Ambon untuk tetap tenang dan tidak panik. Penting untuk tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta memastikan kondisi bangunan rumah aman sebelum kembali beraktivitas di dalam. Informasi resmi terkait gempa Ambon hanya dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, termasuk media sosial, aplikasi, dan situs resmi lembaga tersebut.
Mengapa Maluku Rawan Gempa?
Maluku dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia. Kondisi geografisnya sangat unik dan kompleks, menjadikannya daerah yang sering mengalami guncangan.
Wilayah ini berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia yang aktif bergerak. Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik terus berinteraksi satu sama lain.
Pertemuan lempeng-lempeng inilah yang kerap memicu terjadinya guncangan gempa bumi. Oleh karena itu, gempa Ambon dan sekitarnya adalah fenomena yang sering terjadi akibat kondisi geologis ini.
Pelajaran dari Gempa Ambon Sebelumnya dan Mitigasi Bencana
Ambon pernah diguncang gempa besar magnitudo 6,5 pada 26 September 2019. Peristiwa tragis tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan rumah rusak parah.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi. BMKG terus mengingatkan pentingnya edukasi mitigasi bencana.
Edukasi mitigasi meliputi latihan evakuasi, pemahaman jalur evakuasi, dan pemeriksaan struktur bangunan. Bangunan yang ramah gempa dapat mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian saat gempa besar terjadi.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta memperkuat sistem peringatan dini. Sosialisasi ke masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana, juga perlu diperluas agar lebih tanggap dan siap menghadapi setiap kemungkinan bencana alam.
Sumber: AntaraNews