Blokade Jalan Pentadio Barat Dibuka, Pemkab Gorontalo Janjikan Perbaikan Mulai Oktober 2025
Pemkab Gorontalo berhasil membuka blokade warga di Pentadio Barat yang menuntut perbaikan jalan. Kapan Perbaikan Jalan Pentadio Barat akan dimulai dan apa janji pemerintah?
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo akhirnya berhasil membuka blokade jalan yang dilakukan oleh warga Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, pada Selasa (16/9). Aksi blokade ini merupakan bentuk protes warga atas janji perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi selama dua tahun terakhir. Pembukaan blokade ini disertai dengan komitmen Pemkab Gorontalo untuk segera menindaklanjuti tuntutan perbaikan infrastruktur vital tersebut.
Asisten III Sekda Provinsi Gorontalo, Haris S Tome, yang hadir langsung di lokasi, menjanjikan bahwa perbaikan jalan akan dimulai pada Oktober 2025. "Saya janjikan, insyaallah bulan Oktober 2025 kami akan mulai perbaikan jalan dengan pemasangan papan proyek dan mulai dilakukan pengerjaan jalan," ujar Haris S Tome usai berdialog dengan warga. Pernyataan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah dilakukan, dan tahap administrasi untuk perbaikan jalan sepanjang 204 meter tersebut diklaim telah selesai. Haris S Tome juga menegaskan pentingnya peran pemerintah desa dan kecamatan dalam menanggapi keluhan warga. Pihaknya berterima kasih kepada warga yang telah menyampaikan permasalahan jalan rusak ini sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.
Kronologi Blokade dan Tuntutan Warga
Aksi blokade jalan di Pentadio Barat ini telah berlangsung selama tiga hari sebagai ekspresi kekecewaan warga. Salah seorang warga setempat, Feri Usman, menjelaskan bahwa penutupan jalan dilakukan karena janji perbaikan yang sudah disampaikan sejak dua tahun lalu belum juga dipenuhi. Warga merasa diabaikan setelah berkali-kali memberitahukan kondisi jalan rusak kepada aparat desa.
"Kami sudah beberapa kali memberitahukannya ke aparat desa, namun tidak ada tidak lanjut," kata Feri Usman. Kondisi jalan yang rusak parah telah menyebabkan banyak kendaraan roda dua dan roda empat mengalami kerusakan saat melintas. Hal ini tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Protes ini menjadi puncak dari kesabaran warga yang telah lama menantikan perhatian pemerintah. Mereka berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang krusial ini. Kehadiran pemerintah daerah secara langsung untuk mengatasi persoalan ini menjadi titik terang bagi warga Pentadio Barat.
Janji Pemerintah dan Progres Administrasi
Dalam upaya merespons tuntutan warga, Pemkab Gorontalo melalui Asisten III Sekda Provinsi Gorontalo, Haris S Tome, memberikan kepastian jadwal perbaikan. Haris S Tome menyatakan bahwa proses administrasi untuk perbaikan jalan sepanjang 204 meter di Pentadio Barat telah rampung. Ini menunjukkan adanya langkah konkret dari pemerintah setelah blokade jalan dilakukan.
Haris S Tome juga menekankan bahwa permasalahan jalan rusak ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, khususnya di tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah menyadari bahwa infrastruktur jalan yang memadai adalah hak dasar masyarakat dan menunjang mobilitas ekonomi. Oleh karena itu, percepatan perbaikan menjadi prioritas.
Meskipun demikian, warga juga memberikan ultimatum. Jika setelah bulan Oktober 2025 tidak ada tindak lanjut dari pemerintah terkait Perbaikan Jalan Pentadio Barat, warga tidak akan segan untuk kembali menutup akses jalan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan warga masih perlu dijaga dengan realisasi janji yang telah diberikan.
Harapan Warga dan Imbauan Lanjutan
Warga Desa Pentadio Barat sangat berharap agar janji perbaikan jalan ini dapat segera terealisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Kami warga Desa Pentadio Barat berharap agar jalan ini dapat segera diperbaiki, agar pengguna jalan merasa aman, karena sudah bayak kendaraan roda dua dan roda empat rusak melewati jalan ini," ujar Feri Usman. Keamanan dan kenyamanan pengguna jalan menjadi fokus utama harapan masyarakat.
Perbaikan jalan tidak hanya akan meningkatkan keselamatan, tetapi juga akan melancarkan aktivitas ekonomi dan sosial warga. Jalan yang mulus akan mengurangi risiko kecelakaan dan biaya perawatan kendaraan. Oleh karena itu, realisasi Perbaikan Jalan Pentadio Barat sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat setempat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga komunikasi yang baik dengan warga dan memberikan informasi terkini mengenai progres perbaikan. Transparansi dalam pelaksanaan proyek akan membangun kembali kepercayaan masyarakat. Komitmen yang kuat dan tindakan nyata adalah kunci untuk memastikan bahwa insiden blokade jalan tidak terulang di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews