Bertemu Presiden Lee, Prabowo Tegaskan Korsel Sahabat Dekat RI
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, di Istana Kepresidenan Korea.
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Korea, Lee Jae-myung, di Istana Kepresidenan Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, pada Rabu, 1 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki hubungan persahabatan yang erat. Ia menekankan bahwa kunjungan kenegaraan pertamanya ke Korea Selatan sangat strategis dan mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin dengan baik selama ini.
Prabowo menyampaikan, "Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini," seperti yang dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden pada Rabu, 1 April 2026.
Selain itu, ia juga mengungkapkan kebahagiaan dan kehormatan dapat bertemu kembali dengan Presiden Lee setelah pertemuan terakhir mereka di Gyeongju pada bulan November 2025, dalam rangka pertemuan para pemimpin ekonomi APEC. Prabowo pun memberikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya dari pihak Korea selama kunjungan ini.
Ia mengatakan, "Saya juga ingin menyampaikan apresiasi tertinggi saya atas sambutan hangat dan upacara yang luar biasa yang diberikan kepada saya. Ini adalah kehormatan besar yang saya alami hari ini."
Sebagai seorang mantan tentara, Prabowo merasa sangat terhormat menerima sambutan dengan upacara yang begitu megah. "Sebagai mantan tentara, saya sangat merasa terhormat diterima dengan upacara yang begitu indah," tutupnya.
Sambutan Hangat
Presiden Lee memberikan sambutan hangat atas kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan. Dia juga mengapresiasi komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.
"Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini sangat berarti, karena kita akan mencapai hasil bersejarah dalam memperkuat hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis yang komprehensif khusus. Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia," kata Presiden Lee.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerima sambutan dengan upacara kenegaraan saat bertemu dengan Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung, di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu (1/4/2026). Upacara tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh penghormatan, mencerminkan semakin eratnya hubungan antara kedua negara.
Saat tiba di kompleks Blue House, Prabowo disambut secara resmi oleh Presiden Lee Jae Myung di depan gedung utama. Prosesi penyambutan dimulai dengan pengawalan pasukan yang mengenakan kostum tradisional Korea, yang memandu rombongan memasuki area istana, menghadirkan suasana kehormatan khas kenegaraan Republik Korea.
Didampingi Sejumlah Menteri
Kedua pemimpin negara kemudian bergerak bersama menuju tempat upacara penyambutan. Acara dimulai dengan penghormatan di mimbar kehormatan, diikuti dengan pemutaran lagu kebangsaan dari kedua negara.
Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan inspeksi pasukan dan perkenalan delegasi resmi dari masing-masing negara. Setelah upacara penyambutan selesai, Prabowo melaksanakan agenda pengisian buku tamu kenegaraan dan sesi foto bersama Presiden Lee Jae Myung sebagai simbol persahabatan.
Pertemuan kemudian berlanjut dalam format tte--tte yang berlangsung dengan suasana hangat dan konstruktif, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan bilateral melibatkan delegasi dari kedua negara. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan juga turut hadir.
Di sisi lain, Presiden Lee Jae Myung didampingi oleh jajaran pejabat tinggi pemerintah Republik Korea, termasuk Wakil Perdana Menteri/Menteri Keuangan dan Ekonomi Koo Yun-cheol, Wakil PM/Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Komunikasi Bae Kyung-hoon, dan Menteri Luar Negeri Cho Hyun. Selain itu, Menteri Perdagangan, Industri dan Sumber Alam Kim Jungkwan, Chief of Staff Kang Hoon-sik, serta Direktur Keamanan Nasional Wi Sung-lac juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Momentum penting dalam kunjungan ini ditandai dengan pertukaran dokumen kerja sama antara Indonesia dan Republik Korea, di mana sebanyak sepuluh nota kesepahaman ditandatangani sebagai bentuk konkret penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.
Rangkaian kegiatan kenegaraan selanjutnya dilanjutkan dengan jamuan santap siang yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Korea sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia.