Begini Respons Gubernur Jateng Soal Marak Balon Udara Ganggu Penerbangan
Penerbangan balon udara ini erat kaitannya dengan tradisi di suatu lokasi.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi bereaksi terkait maraknya balon udara yang diterbangkan di sejumlah tempat. Sebagaimana diketahui, kegiatan ini erat kaitannya dengan tradisi di suatu lokasi.
"Saya menghormati tradisi ini (menerbangkan balon udara). Tapi balon udara liar tidak cukup hanya dengan imbauan saja, tindak pidana agar ada efek jera," kata Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (18/3).
Dia menyebut perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi terkait penerbangan balon udara yang benar terlebih dahulu.
"Sebelumnya sosialisasikan dulu. Edukasi masyarakat agar tak sembarangan, karena bisa mencelakakan penerbangan," ungkapnya.
Dari informasi Airnav bahwa banyak laporan pilot pesawat bahwa di sepanjang tahun 2024 ada 14 balon udara liar yang terbang di wilayah Jawa Tengah. Balon tersebut tersebar di berbagai wilayah dalam rentang waktu berbeda.
"Di antaranya di Boja (Kendal), Weleri (Kendal), Kabupaten Pekalongan, dan paling banyak di Batang," jelasnya.
Kegiatan merupakan tradisi bagi masyarakat di sejumlah daerah seperti di Banjarnegara, Wonosobo dan Kota Pekalongan yang menerbangkan balon udara, bahkan diadakan sejumlah festival.
Namun, pada festival-festival yang diselenggarakan secara resmi tersebut, balon yang diterbangkan biasanya diberi tali, sehingga ketinggiannya dibatasi.
"Yang tidak pakai tali itu biasanya masyarakat urunan dewe. Nerbangkannya pun ndelik (sembunyi) biasanya di sawah. Ini yang kadang tidak terdeteksi," ujarnya.
Perlu diketahui, pada 2025 ini akan ada festival balon udara besar beberapa kabupaten kota di Jateng pada awap April ini. Terkait banyaknya peredaran petasan yang membahayakan, saat terdengar bunyi dor, maka polisi wajib melakukan penyelidikan.
"Di mana sumber suara, mencari di mana titiknya, yang jual siapa dan dari mana bahan-bahan petasan itu didapatkan. Sebab, petasan sudah banyak merugikan karena merusak rumah maupun mencederai anggota tubuh," jelasnya.
Untuk sosialisasi dan edukasi penerangan balon udara, Luthfi meminta pemerintah kabupaten/kota menggandeng Polri dan TNI. Menurutnya, Bhabinkamtibmas maupun Babinsa bisa menjadi ujung tombak edukasi di masyarakat.
Terlebih, menjelang lebaran biasanya lalu lintas penerbangan bertambah untuk melayani pemudik atau orang yang akan berlibur. Maka, keamanan penerbangan dari balon udara liar jadi prioritas.
General Manager Airnav Cabang Semarang, Rita Nurharyanti mengatakan, sudah memverifikasi laporan pilot terkait balon udara liar tersebut. Dia berharap wilayah udara di Jateng aman untuk penerbangan pesawat.
Di sisi lain, pihaknya juga telah melakukan edukasi pada masyarakat terkait aturan penerbangan balon udara yang benar.
"Harapannya masyarakat memiliki pengetahuan standar penerbangan balon udara yang benar. Sehingga tak terjadi lagi aktivitas penerbangan balon udara liar," kata Rita.