Barisan Jenderal Bintang 4 Kandidat Kuat Wakil Panglima TNI
Calon Wakil Panglima TNI akan dilantik pada 10 Agustus 2025, setelah jabatan ini kosong selama 25 tahun.
Teka teki perwira tinggi TNI mengisi jabatan Wakil Panglima TNI perlahan mulai terkuak. Nama calon wakil panglima TNI itu sudah dikantongi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Sosok wakil panglima TNI itu rencananya dilantik Presiden Prabowo Subianto di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu 10 Agustus 2025. Dalam acara itu, rencananya Prabowo juga melantik sejumlah pejabat tinggi TNI lainnya.
"Iya, rencananya demikian," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/8).
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan wakil panglima TNI nantinya dijabat perwira tinggi berpangkat jenderal bintang 4. Agus telah mengantongi nama-nama kandidat wakil panglima TNI, namun enggan untuk mengungkap daftar namanya.
"Ada beberapa kandidat," kata Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4).
Agus menjelaskan, posisi wakil panglima dalam struktur TNI sebenarnya sudah ada. Tetapi belum ada yang mengisi. Menurut Agus, tugas wakil panglima TNI untuk membantu Panglima seperti berkaitan dengan program pemerintah.
"Saya kan sudah eligible, banyak eligible. Nanti kita akan pilih siapa yang terbaik. Bisa bantu program-program saya, program pemerintah," pungkas Agus.
Kekosongan Jabatan Wakil Panglima TNI
Meskipun jadwal pelantikan sudah ditetapkan, nama jenderal yang akan dilantik sebagai wakil panglima TNI belum diumumkan secara resmi oleh pihak TNI. Jabatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) sendiri mengalami kekosongan selama 25 tahun.
Terakhir kali, jabatan ini diisi oleh Jenderal Fachrul Razi dari Oktober 1999 hingga September 2000. Kini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik wakil panglima TNI pada 10 Agustus 2025.
Jabatan wakil panglima TNI akan diisi oleh perwira tinggi bintang empat. Hal ini sesuai dengan Lampiran Perpres 66/2019 yang mengatur tentang Susunan Organisasi TNI. Meskipun belum ada pengumuman resmi, beberapa nama jenderal bintang empat aktif saat ini disebut-sebut sebagai kandidat potensial.
Sejumlah nama perwira tinggi kerap disebutkan mengisi jabatan wakil panglima TNI. Berikut daftarnya sebagaimana dirangkum merdeka.com dari pelbagai sumber, Kamis (7/8):
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Nama perwira tinggi berpangkat bintang berpotensi menjadi wakil panglima TNI adalah Jenderal Maruli Simanjuntak. Nama Maruli Simanjuntak tampaknya sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pria berdarah Batak ini memiliki jabatan yang tak main-main di tubuh TNI.
Selain menjabat posisi penting, Maruli juga menikah dengan putri sulung dari Luhur Binsar Pandjaitan pada tahun 1999. Sejak saat itu, ia resmi menjadi menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut.
Meski nama Maruli bermarga Simanjuntak, dirinya lahir di Kota Bandung pada 24 Februari 1970. Ia merupakan anak dari pasangan D.Simanjuntak (ayah) dan T.Silalahi (ibu).
Maruli adalah alumni Akademi Militer tahun 1992 yang memiliki pengalaman gemilang di Infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra.
Setelah lulus dari Akmil, Maruli pernah mengemban tanggung jawab di sejumlah jabatan strategis di tubuh TNI. Pertama kali pada tahun 2002, ia ditunjuk menjadi Komandan Detasemen Tempur Cakra.
Tahun 2008, Maruli mengisi jabatan Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2/Sandhi Yudha hingga tahun 2009. Setahun setelahnya, ia dipromosikan menjadi Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).
Pria berusia 53 tahun ini dipercaya menjadi wakil Komandan Grup 1/Para Komando sampai tahun 2013. Kemudian ia menjadi Komandan Grup 2/Sandhi Yudha sampai tahun 2014.
Kinerja luar biasa dan segudang pengalaman, Maruli menjadi Asisten Operasi Komandan Jenderal Kopassus dan menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presien (Paspampres) sampai tahun 2016.
Setahun setelahnya, ia naik jabatan menjadi Wakil Komandan Paspampres sampai tahun 2018. Lalu ia menjabat Komandan Korem Warastratama selama setahun.
Pengalamannya di bidang Paspampres sudah tak perlu diragukan lagi, ia pun dipanggil ke Istana Negara untuk kembali menjabat sebagai Komandan Paspampres.
Setelah menjabat Komandan Paspampres, Mayor Maruli Simanjuntak sempat digadang-gadang menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman di jabatan Panglima Kostrad atau Pangkostrad.
Sebelumnya, Maruli menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana masa jabatan dari tahun 2020 hingga 2022 lalu. Namanya santer diisukan menjadi kandidat pengganti Jenderal Dudung Aburachman.
Benar saja, per tanggal 31 Januari 2022 ia diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ke-43 menggantikan Jenderal Dudung yang kini Kepala Staff Angkatan Darat.
Setahun kemudian tepatnya pada Rabu (29/11/2023), Maruli Simanjuntak dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang menjadi Panglima TNI.
Kasal Laksamana Madya Muhammad Ali
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali meresmikan Gedung Damage Control Simulator (DCS) bertempat di Komando Latihan (Kolat) Komando Armada II, Surabaya, Sabtu (24/2) (Istimewa)
@ 2024 merdeka.comSelanjutnya ada nama Laksamana Madya Muhammad Ali. Dia saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) sejak tahun 2022.
Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1989 ini, sempat mengikuti sejumlah pendidikan dan mengemban jabatan penting di militer.
Sebagai perwira dari Korps Pelaut, pria kelahiran 9 April 1967 ini pernah menjadi Komandan KRI Nanggala 402 pada tahun 2004 hingga tahun 2006.
Bukan hanya itu, Ali saat berpangkat Kolonel sempat dipercaya menjadi Ajudan Wakil Presiden Boediono pada tahun 2012 hingga tahun 2014.
Kariernya pun terus melesat hingga menduduki posisi Staf Khusus Kasal, Gubernur AAL, Pangkoarmada I dan Asrena Kasal. Berbagai pendidikan juga diikuti oleh Ali. Seperti Kursus kapal selam U-206 di Jerman pada tahun 1997, Seskoal Angkatan ke-40 pada tahun 2003 hingga Lemhannas pada tahun 2017.Ali juga diketahui aktif mengikuti simposium, seminar nasional maupun seminar Internasional di berbagai negara. Mulai dari Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Sri Lanka, Korea Selatan hingga Bangladesh.
Kasau Marsekal Madya Mohamad Tonny Harjono
Terakhir ada nama Marsekal Madya Mohamad Tonny Harjono. Dia saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) sejak tahun 2024. Pengangkatan Tonny untuk menggantikan posisi Marsekal Fadjar Prasetyo yang pensiun pada 9 April 2024.
Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, S.E., M.M. merupakan seorang Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) TNI tahun 1993.
Pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia adalah mantan Ajudan Presiden RI Joko Widodo. Dia kemudian menjabat Danlanud Adi Soemarmo, Danlanud Halim Perdanakusuma, Staf Khusus Kasau, Sekretaris Militer Presiden, Dankodiklatau, Pangkoopsudnas, Pangkogabwilhan II dan terakhir sebagai Kasau.
Pesawat-pesawat tempur yang pernah diterbangkan oleh Marsekal Madya TNI Mohamad Tonny Harjono: Pesawat jenis Hawk MK-53, F-16 Fighting Falcon, Sukhoi 27 dan Sukhoi 30.
Riwayat Pendidikan
AAU (1993)
Sekbang (1996)
Konversi F-16 Fighting Falcon (1997)
Sekkau 71 (2002)
SIP TNI-AU 51 (2004)
KONVERSI KT-1 (2005)
Pendidikan Konversi Pesawat Sukhoi (2006)
Seskoau (2008)
Lemhannas RI PPRA LXI (2020)
Karier Militer
Pa Pnb Skadud 3 Lanud Iswahyudi (1993)
Kasubsi Peta/Albanav Silat Dispos Skadud 3 Lanud Iswahyudi
Kasi Spes Diops Skadud 3 Lanud Iswahyudi
Pa Instruktur Pnb Wingdik Terbang Lanud Adi Sutjipto
Danskadud 11 Lanud Sultan Hasanuddin (2009—2011)
Danlanud Timika
Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin
Dan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin (2013-2014)
Ajudan Presiden RI (2014—2016)
Danlanud Adi Soemarmo (2016—2018)
Danlanud Halim Perdanakusuma (2018—2020)
Staf Khusus Kasau (2020)
Sesmilpres Kemsetneg RI (2020—2022)
Dankodiklatau (2022)
Pangkoopsudnas (2022—2023)
Pangkogabwilhan II (2023—Sekarang)
Kasau (2024—Sekarang)