Banjir Tol Tangerang Sempat Lumpuhkan Arus Jakarta, Kini Kembali Normal
Genangan air di ruas Tol Tangerang-Merak KM 38 Balaraja Barat sempat mengganggu kelancaran arus kendaraan menuju Jakarta pada Sabtu, namun kini situasi banjir Tol Tangerang telah berangsur normal.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Polda Banten, mengonfirmasi adanya genangan air yang melanda ruas Tol Tangerang-Merak pada Sabtu, 24 Januari 2026. Genangan ini terjadi tepatnya di KM 38 Balaraja Barat, sempat menyebabkan gangguan signifikan pada arus lalu lintas kendaraan menuju Jakarta. Situasi ini memerlukan penanganan cepat dari pihak kepolisian setempat untuk memastikan kelancaran perjalanan.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar, menjelaskan bahwa genangan air tersebut memiliki ketinggian sekitar 30 sentimeter dan berdampak pada dua jalur. Akibatnya, kendaraan dari arah Merak menuju Jakarta mengalami pelambatan serta antrean panjang yang cukup signifikan di beberapa titik ruas jalan tol. Kondisi ini sempat membuat pengguna jalan merasa khawatir akan keterlambatan.
Meskipun demikian, berdasarkan pemantauan terkini di lapangan, genangan air tersebut telah berangsur surut secara drastis. Kondisi ini memungkinkan arus lalu lintas di Tol Tangerang-Merak arah Jakarta kembali normal dan lancar, setelah sempat mengalami gangguan serius beberapa waktu sebelumnya. Petugas terus memantau situasi untuk memastikan tidak ada genangan susulan.
Dampak Banjir Tol Tangerang dan Respons Cepat Petugas
Genangan air di KM 38 Tol Tangerang-Merak ini menjadi perhatian utama karena posisinya yang strategis sebagai jalur vital penghubung. Ketinggian air yang mencapai 30 sentimeter cukup untuk menghambat laju kendaraan, terutama mobil kecil, sehingga menyebabkan penumpukan dan kemacetan. Kejadian ini menunjukkan kerentanan infrastruktur terhadap curah hujan tinggi.
Pihak kepolisian segera melakukan pemantauan intensif dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan yang terjadi. Langkah antisipatif ini bertujuan meminimalkan dampak genangan terhadap mobilitas pengguna jalan. Petugas disiagakan di beberapa titik krusial untuk memberikan arahan dan bantuan kepada para pengendara.
AKP Zaeni Aji Bakhtiar menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan keselamatan pengguna jalan dan memulihkan kelancaran lalu lintas secepat mungkin. Koordinasi dengan pihak pengelola tol juga dilakukan untuk mempercepat proses surutnya genangan air. Upaya ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan situasi darurat di ruas jalan tol.
Rekayasa Lalu Lintas dan Antisipasi di Jalur Arteri
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari genangan air, Satlantas Polresta Tangerang menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Petugas kepolisian ditempatkan di titik-titik pertemuan penting, seperti Pintu Tol Balaraja Timur dan Balaraja Barat. Hal ini dilakukan untuk mengarahkan kendaraan dan mencegah penumpukan di area terdampak banjir Tol Tangerang.
Selain itu, petugas juga disiagakan di lokasi perbaikan jalan arteri, tepatnya di KM 22 dan KM 30 Jalan Raya Serang. Langkah ini bersifat antisipatif bagi kendaraan yang mungkin memilih menghindari jalan tol akibat genangan. Pengalihan arus ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di jalan tol yang terdampak.
AKP Zaeni Aji Bakhtiar menambahkan bahwa meskipun ada perbaikan jalan di jalur arteri, kondisi lalu lintas di sana masih kondusif. Hanya ada dua titik yang terpantau mengalami perlambatan dan antrean kendaraan karena pekerjaan perbaikan tersebut. Ini menunjukkan bahwa jalur arteri dapat menjadi alternatif yang layak dalam kondisi darurat.
Sumber: AntaraNews