Banjir Landa Tol Sedyatmo, Polisi Lakukan Pengalihan Arus Demi Kelancaran Lalu Lintas

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di Tol Sedyatmo akibat genangan air tinggi di beberapa titik, memastikan kelancaran perjalanan pengguna jalan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Landa Tol Sedyatmo, Polisi Lakukan Pengalihan Arus Demi Kelancaran Lalu Lintas
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pengalihan jalur kendaraan akibat banjir di Tol Sedyatmo. Ketahui titik-titik terdampak dan rute alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari kemacetan. (AntaraNews)

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengalihkan sejumlah jalur kendaraan di ruas Tol Sedyatmo pada Minggu, 18 Januari. Pengalihan ini dilakukan menyusul terjadinya banjir di beberapa lokasi penting di jalan tol tersebut. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas bagi para pengguna jalan.

Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dhanar Dono, mengonfirmasi adanya dua titik banjir yang signifikan. Titik-titik tersebut meliputi Gerbang Tol (GT) Pluit 3 dan pintu keluar Rawa Bokor atau Tegal Alur. Genangan air bervariasi ketinggiannya di kedua lokasi tersebut.

Pengalihan jalur ini merupakan respons cepat pihak kepolisian dan Jasa Marga dalam menghadapi kondisi darurat. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir dampak kemacetan dan risiko kecelakaan akibat genangan air. Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.

AKBP Dhanar Dono menjelaskan secara rinci mengenai lokasi banjir yang menyebabkan pengalihan arus lalu lintas. Di Gerbang Tol Pluit 3, ketinggian air mencapai antara 30 hingga 40 sentimeter. Kondisi ini membuat jalur B di GT Pluit 3 harus dialihkan sepenuhnya menuju Gerbang Tol Kapuk.

Sementara itu, jalur A di Gerbang Tol Pluit 3 masih memungkinkan untuk dilintasi oleh kendaraan berukuran besar. Hal ini memberikan opsi bagi kendaraan berat untuk tetap dapat melintas meskipun dengan kewaspadaan ekstra. Pengalihan arus ini penting untuk mencegah kendaraan kecil terjebak dalam genangan.

Titik banjir kedua berada di pintu keluar Rawa Bokor atau Tegal Alur, dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Meskipun terdapat genangan, lokasi ini masih dapat dilintasi oleh semua jenis kendaraan. Petugas tetap siaga memantau kondisi di area tersebut.

Jasa Marga tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi banjir di Tol Sedyatmo. Mereka segera mengerahkan tujuh unit pompa air untuk mempercepat proses penyedotan genangan. Upaya ini difokuskan terutama di Gerbang Tol Pluit 3 yang terdeteksi banjir sejak pukul 04.12 WIB.

Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti R., menyatakan bahwa total tujuh pompa beroperasi di dua lokasi. Satu pompa portabel tambahan juga ditempatkan di akses Rawa Bokor. Pengerahan pompa ini diharapkan mampu mempercepat penanganan banjir sehingga jalur dapat segera normal kembali.

Ginanjar juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap menjaga ketertiban saat mengantre. Penting bagi mereka untuk selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Kepatuhan pengguna jalan sangat membantu kelancaran proses penanganan.

Bagi pengguna jalan yang memiliki jadwal penerbangan mendesak melalui Bandara Soekarno-Hatta, disarankan untuk mencari jalur alternatif. Mereka dapat memanfaatkan akses lain melalui JORR 2 atau mempertimbangkan penggunaan moda transportasi umum. Hal ini untuk menghindari keterlambatan akibat kondisi Tol Sedyatmo yang tergenang.

  • Ketinggian air di Gerbang Tol Pluit 3: 30-40 cm.
  • Ketinggian air di pintu keluar Rawa Bokor atau Tegal Alur: 10-15 cm.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi