Banjir Rejang Lebong Genangi 70 Rumah dan 1 Masjid, Bupati Fikri Instruksikan Penanganan Permanen
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, instruksikan dinas terkait untuk susun kajian penanganan banjir musiman setelah 70 rumah dan 1 masjid terdampak. Apa langkah konkretnya?
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada sejumlah dinas dan instansi terkait. Instruksi ini bertujuan untuk menangani banjir musiman yang hampir setiap tahun melanda wilayah Kota Curup, Provinsi Bengkulu.
Perintah ini disampaikan setelah Fikri meninjau langsung permukiman warga di Kecamatan Curup yang terdampak luapan Sungai Air Duku pada Minggu pagi. Banjir tersebut menggenangi lebih dari 70 unit rumah warga serta satu masjid, menunjukkan urgensi penanganan serius.
Untuk mencari solusi jangka panjang, Bupati Fikri meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong. Mereka ditugaskan menyusun kajian teknis secara rinci sebagai dasar penganggaran dalam APBD tahun 2026.
Akar Masalah dan Dampak Banjir di Rejang Lebong
Berdasarkan peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Wakil Bupati Hendri Praja, beberapa faktor utama penyebab banjir musiman teridentifikasi. Salah satunya adalah banyaknya sedimen lumpur yang mengendap di saluran drainase. Selain itu, kapasitas saluran yang terlalu kecil juga memperparah kondisi saat curah hujan tinggi.
Hujan deras yang mengguyur beberapa hari belakangan telah menyebabkan debit air Sungai Air Duku meluap, khususnya di wilayah Kecamatan Curup dan Curup Utara. Luapan sungai ini menjadi pemicu utama genangan air yang merendam permukiman penduduk. Kondisi ini mengganggu aktivitas harian warga secara signifikan.
Dampak dari banjir tidak hanya terbatas pada Minggu pagi, namun juga terjadi sebelumnya pada Jumat sore. Dua kelurahan di Kecamatan Curup Tengah, yaitu Sidorejo dan Talang Rimbo, terdampak banjir akibat meluapnya saluran pembuangan. Kejadian ini bahkan merobohkan pagar tembok Kantor Satpol PP Rejang Lebong, menunjukkan kekuatan arus air.
Selain merendam lebih dari 70 unit rumah dan satu masjid, banjir musiman ini juga sempat menggenangi Jalan Lintas Curup-Muara Aman. Ketinggian air mencapai selutut orang dewasa, menghambat akses transportasi. Meskipun demikian, genangan air mulai surut pada sore hari, namun kerugian material tetap tidak terhindarkan.
Strategi Penanganan Permanen dan Peran Masyarakat
Bupati Fikri menekankan bahwa penanganan banjir di titik-titik langganan di Kota Curup memerlukan pendekatan komprehensif. Kajian teknis yang akan disusun oleh Dinas PU dan BPBD diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih terukur dan bukan hanya bersifat sementara. Ini menjadi fondasi penting untuk penganggaran di masa depan.
Salah satu solusi krusial yang diusulkan adalah normalisasi Sungai Air Duku yang melintasi sejumlah kelurahan dan desa. Normalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air. Langkah ini harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran pembuangan atau sungai.
Fikri menegaskan bahwa sampah yang dibuang sembarangan menjadi salah satu penyebab utama banjir. Sampah-sampah ini akan hanyut terbawa air dan menyumbat saluran pembuangan, memperparah genangan. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk mengantisipasi banjir tahunan, Bupati juga meminta para camat, lurah, kepala desa, ketua RW, dan ketua RT untuk menggalakkan kegiatan gotong royong. Fokus utama adalah membersihkan saluran pembuangan dan menyosialisasikan larangan membuang sampah sembarangan. Upaya kolektif ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Rejang Lebong.
Sumber: AntaraNews