Banjir Jakarta Barat Rendam Belasan RT dan Empat Ruas Jalan Akibat Hujan Deras
Hujan lebat memicu Banjir Jakarta Barat, merendam 12 RT dan empat ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi, BPBD DKI imbau warga waspada dan siaga.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta Barat pada Sabtu pagi, 4 April, setelah hujan deras mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya. Sedikitnya 12 Rukun Tetangga (RT) dan empat ruas jalan utama terendam, menyebabkan gangguan aktivitas warga. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 55 sentimeter di beberapa lokasi terdampak.
Peristiwa ini dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi serta luapan air dari Kali Pesanggrahan dan Kali Angke yang tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air melimpah ke permukiman warga dan ruas jalan utama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta segera mengerahkan personel untuk memantau dan mengkoordinasikan penanganan di lokasi terdampak.
Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, menjelaskan bahwa pemantauan terus dilakukan di berbagai pos pantau. Peningkatan status siaga pada beberapa pintu air menunjukkan kondisi yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Upaya penanganan cepat sedang dioptimalkan untuk mengurangi dampak Banjir Jakarta Barat.
Penyebab dan Dampak Luapan Air di Jakarta Barat
Curah hujan yang sangat tinggi pada Jumat (3/4) malam hingga Sabtu dini hari menjadi faktor utama penyebab Banjir Jakarta Barat. Kondisi ini diperparah dengan meluapnya Kali Pesanggrahan dan Kali Angke, yang tidak dapat menampung volume air hujan. Akibatnya, air melimpah ke permukiman warga dan ruas jalan.
Data BPBD DKI Jakarta pada pukul 08.00 WIB mencatat bahwa Pos Pantau Sunter Hulu dan Pos Pantau Pesanggrahan sempat berstatus siaga 3. Sementara itu, Pintu Air Pasar Ikan mencapai siaga 2, dan Pos Pantau Angke Hulu juga menunjukkan status siaga 3 kemudian siaga 2 pada pukul 03.00 WIB. Peningkatan status siaga ini menjadi indikasi serius akan potensi banjir di wilayah DKI Jakarta.
Dampak Banjir Jakarta Barat ini terasa di beberapa kelurahan, termasuk Kembangan Selatan, Kedoya Selatan, Kedaung Kaliangke, dan Rawa Buaya. Total 12 RT di kelurahan-kelurahan tersebut terendam dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Selain itu, empat ruas jalan vital juga tidak luput dari genangan air.
Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan Banjir Jakarta Barat
Menyikapi kondisi Banjir Jakarta Barat, BPBD DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel ke lapangan. Petugas ditugaskan untuk memonitor secara langsung kondisi genangan di setiap wilayah yang terdampak. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Tujuan utama dari koordinasi ini adalah untuk memastikan proses penyedotan genangan air dapat berjalan efektif dan tali-tali air berfungsi optimal. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat surutnya air dan meminimalisir kerugian yang dialami masyarakat. Prioritas diberikan pada lokasi dengan genangan paling parah untuk penanganan lebih lanjut.
BPBD DKI Jakarta juga tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Banjir Jakarta Barat. Warga diminta untuk mempersiapkan diri dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang. Dalam situasi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi nomor telepon 112 yang beroperasi 24 jam non-stop dan bebas biaya.
Berikut adalah daftar 12 RT dan empat ruas jalan yang tergenang akibat Banjir Jakarta Barat:
- Jakarta Barat (12 RT):
- Kelurahan Kembangan Selatan: 3 RT
- Kelurahan Kedoya Selatan: 5 RT
- Kelurahan Kedaung Kaliangke: 3 RT
- Kelurahan Rawa Buaya: 1 RT
- Jl. Ciledug Raya (Depan pom bensin Shell) Kel. Petukangan Selatan, Kec. Pesanggrahan
- Jl. Strategi Raya, Kel. Joglo, Kec. Kembangan
- Jl. Basoka Raya, Kel. Joglo, Kec. Kembangan
- Jl. H.R Rasuna Said, Kel. Kuningan Barat, Kec. Mampang Prapatan
Sumber: AntaraNews