Api Berkobar Bakar SMP Negeri Kiwirok, Satgas Deteksi Pelaku 16 Orang Diduga Anggota KKB Papua
Aksi kejahatan bersenjata ini terjadi di wilayah Papua, pada Selasa (7/10) sekitar pukul 07.45 Wit.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Aksi kejahatan bersenjata ini terjadi di wilayah Papua, pada Selasa (7/10) sekitar pukul 07.45 Wit.
Kaops Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan, melalui pantauan, terdeteksi sekitar 16 orang tak dikenal tengah melakukan pembakaran fasilitas pendidikan tersebut.
"Satgas Operasi Damai Cartenz bersama, Satgas Pamtas Yonif RK 753, Satgas Prayuda (Mamta), Satgas BAIS, Satgas Rajawali dan Polsek Distrik Kiwirok segera bergerak menuju lokasi, namun para pelaku telah melarikan diri ke arah Desa Delpem," kata Faizal dalam keterangannya, Rabu (8/10).
Untuk mencegah aksi lanjutan, tim kemudian melakukan pengamanan di Desa Mangoldolki yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi pembakaran terhadap SD Negeri Kiwirok.
"Serangan terhadap sekolah adalah tindakan keji yang menargetkan masa depan anak-anak Papua. Ini bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga terhadap kemanusiaan," tegasnya.
Jenderal bintang satu ini pun berjanji bakal terus mengejar atau memburu para terduga pelaku tersebut.
"Kami akan terus memburu para pelaku dan memastikan wilayah Kiwirok tetap aman,” ujarnya.
Peristiwa Tahun 2021
Bangunan SMP Negeri Kiwirok ini bukan pertama kali menjadi sasaran KKB. Pada tahun 2021, sekolah yang sama juga pernah dibakar oleh kelompok tersebut. Sejak saat itu, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke SMP Negeri 1 Oksibil di Kota Oksibil.
Wakaops Damai Cartenz Kombes Adarma Sinaga turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika melihat pergerakan mencurigakan. Aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi dan menjamin keselamatan warga,” ujar Adarma Sinaga.
Aksi pembakaran terhadap fasilitas pendidikan ini kembali menunjukkan upaya KKB menebar ketakutan di tengah masyarakat.
Namun demikian, Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum di Tanah Papua.