Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi pembakaran fasilitas pendidikan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Insiden ini terjadi pada Selasa (7/10) sekitar pukul 07.45 WIT, menargetkan SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma. Aksi keji ini memicu respons cepat dari aparat keamanan untuk menjaga stabilitas wilayah.
Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, mengonfirmasi bahwa TNI-Polri saat ini tengah berupaya mengamankan Kampung Mangoldolki. Kampung ini berjarak tidak jauh dari lokasi pembakaran SMP Negeri Kiwirok, yang menjadi sasaran KKB Ngalum Kupel. Upaya pengamanan ini dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik dan melindungi masyarakat setempat.
Laporan yang diterima aparat menyebutkan bahwa sekitar 16 orang tak dikenal terlibat dalam pembakaran fasilitas pendidikan tersebut. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama aparat gabungan segera bergerak menuju lokasi kejadian. Namun, para pelaku telah melarikan diri ke arah Desa Delpem, meninggalkan kerusakan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Insiden pembakaran SMP Negeri Kiwirok terjadi pada Selasa (7/10) pagi, sekitar pukul 07.45 WIT. KKB Ngalum Kupel diduga menjadi dalang di balik aksi vandalisme ini, yang menyebabkan kerugian besar bagi dunia pendidikan di Kiwirok. Lokasi kejadian berada di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, yang merupakan pusat kegiatan masyarakat.
Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan bahwa dari pemantauan yang dilakukan, ada sekitar 16 orang tak dikenal yang terlibat dalam pembakaran. Setelah melakukan aksinya, kelompok tersebut segera melarikan diri ke arah Desa Delpem. Kecepatan tindakan KKB ini menunjukkan pola serangan yang terencana dan terorganisir.
Menyikapi situasi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama aparat gabungan segera merespons dengan bergerak menuju lokasi. Meskipun para pelaku telah melarikan diri, tim gabungan berfokus pada langkah-langkah pencegahan. Mereka kemudian melakukan pengamanan intensif di Desa Mangoldolki, yang lokasinya berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP).
Advertisement
Pengamanan di Desa Mangoldolki ini bertujuan untuk mengantisipasi pembakaran terhadap SD Negeri Kiwirok yang juga berada di area tersebut. Langkah proaktif TNI-Polri ini sangat penting untuk melindungi aset pendidikan lainnya dan memberikan rasa aman kepada warga. Kehadiran aparat diharapkan dapat memulihkan kondisi keamanan di wilayah Kiwirok.
Advertisement
Brigjen Pol Faizal Rahmadani menegaskan bahwa serangan terhadap sekolah merupakan tindakan yang sangat keji. Ia menyoroti bahwa aksi ini secara langsung menargetkan masa depan anak-anak Papua. Pembakaran fasilitas pendidikan bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi.
"Serangan terhadap sekolah adalah tindakan keji karena menargetkan masa depan anak-anak Papua, karena ini bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga kemanusiaan dan kami akan terus memburu para pelaku untuk memastikan wilayah Kiwirok tetap aman," ujar Faizal Rahmadani. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan menindak tegas pelaku.
Aparat keamanan berkomitmen penuh untuk memburu para pelaku KKB Ngalum Kupel yang bertanggung jawab atas pembakaran ini. Tujuan utama adalah memastikan wilayah Kiwirok kembali aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat. Keamanan Kiwirok menjadi prioritas agar aktivitas pendidikan dan sosial dapat berjalan normal kembali.
Advertisement
Sebagai informasi tambahan, insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2021, di mana KKB juga membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok. Akibatnya, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke SMP Negeri 1 Oksibil di Kota Oksibil. Kejadian berulang ini menunjukkan urgensi penanganan serius terhadap ancaman KKB di wilayah Papua Pegunungan.
Sumber: AntaraNews