AHY soal Giant Sea Wall Bakal Dibangun dari Banten hingga Gresik: Kita Lihat Anggaran yang Tersedia
AHY menyebut, hingga kini pihaknya tengah menyusun konsep-konsep yang nantinya akan diperbaharui.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi soal pembangunan Giant Sea Wall (GSW) yang dikabarkan akan dibangun dari Banten hingga Gresik. AHY menyebut, pihaknya bakal melihat prioritas dan anggaran yang tersedia terlebih dahulu.
"Tentunya nanti akan kita lihat prioritasnya, dan kita hadapkan juga kepada anggaran yang tersedia," kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/3).
Ketum Demokrat ini menyebut, hingga kini pihaknya tengah menyusun konsep-konsep yang nantinya akan diperbaharui. Sebab, GSW sebuah proyek besar yang juga membutuhkan perencanaan matang.
"Dan kita berharap nanti juga akan kita laporkan kepada bapak presiden," ucapnya.
AHY pun tidak akan tergesa-gesa untuk membangun GSW lantaran jika sudah dibangun tidak akan bisa dibatalkan.
"Oleh karenanya kami bersama dengan kementerian teknis terkait, kemeterian PU, Bapenas dan semua stakeholder lainnya termasuk ini juga akan melibatkan banyak pemerintah daerah," pungkasnya.
AHY Ditugaskan Prabowo Bangun GSW
Sebelumnya, Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti mengatakan, pemerintah berencana membentuk satuan tugas (satgas) penanganan kawasan pesisir Pantai Utara atau Pantura Jawa. AHY mendapatkan tugas membangun GSW.
"Bapak Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan kementeriannya mendapatkan tugas dari Bapak Presiden RI Prabowo Subianto untuk tanggul laut raksasa atau giant sea wall dan beliau diminta untuk membuat semacam satgas khusus untuk penanganan pesisir Pantai Utara Jawa," ujar Diana.
Satgas melibatkan berbagai kementerian antara lain Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dan pihak terkait termasuk juga pemerintah daerah.
Menurut Diana, giant sea wall merupakan program perlindungan pesisir pantai utara Jawa. Tanggul laut raksasa ini membentang dari Banten sampai ke Jawa Timur, dari Tangerang sampai ke Gresik. Kemungkinan memiliki total panjang 946 km, sehingga perkiraan investasinya cukup besar.
"Kementerian PU di sini sebagai kelompok kerja (pokja) pembangunan, dan juga nanti ada pokja pembiayaan. Dan, nanti tidak hanya dengan APBN, diharapkannya juga malah justru swasta," katanya.
Swasta bisa menjadi mitra strategis untuk pengembangan giant sea wall Jabodetabek dan juga untuk program perlindungan Pantura Jawa, yang permukaan tanahnya terus mengalami penurunan.
Peluang investasi giant sea wall juga tentunya akan ada land value capture, pendapatan dari tol di atas tanggul laut, potensi penjualan listrik, dan juga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.
"Banyak, jadi nanti ini multisektor yang ada di giant sea wall, jadi ini bukan hanya satu sektor saja, banyak, dan nanti mungkin akan digabungkan. Makanya, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang menjadi lead-nya, dan Kementerian PU nantinya akan ditugaskan untuk apa," ujar Diana, dikutip dari Antara.