Aceh Berangsur Pulih, Akses Jalan dan Saluran Air Mulai Normal
Proses pemulihan fasilitas publik di Aceh semakin dipercepat, termasuk melalui kegiatan pembersihan yang intensif.
Pemulihan pascabanjir di Aceh terus dikebut. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu melakukan pembersihan dan perbaikan berbagai fasilitas umum yang terdampak, guna mengembalikan fungsi sarana dan prasarana publik yang tertutup endapan lumpur serta material sisa banjir.
Di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, TNI mengerahkan ekskavator untuk membersihkan sisa lumpur yang menghambat akses warga.
Selain itu, pembersihan ruas jalan juga dilakukan oleh TNI di Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, di mana buldoser milik Zeni TNI AD digunakan untuk mengangkat lumpur kering yang menutupi jalan raya.
Tak hanya itu, alat berat juga diturunkan untuk membersihkan ruas jalan di titik longsor Blangkejeren-Kutacane/Agra yang berada di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, serta di Dusun Berawang Salam, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Saluran air juga menjadi salah satu fasilitas umum yang mendapat perhatian khusus, di mana di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, prajurit TNI dan warga setempat bekerja sama membersihkan gorong-gorong menggunakan sekop dan cangkul.
Pembersihan saluran air juga dilaksanakan di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Parit yang sebelumnya tertutup lumpur kini telah kembali berfungsi dengan normal, berkat upaya bersama antara TNI dan masyarakat setempat.
Sarana olahraga Dapatkan Perhatian Serius
Sarana olahraga juga mendapatkan perhatian yang serius. Dalam semangat gotong royong, para prajurit TNI bersama masyarakat setempat melakukan pembersihan lapangan futsal yang tertutup lumpur di Desa Petrik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Dengan menggunakan sekop, mereka berusaha menyingkirkan timbunan lumpur yang mengganggu fasilitas tersebut. Selain itu, fasilitas umum lainnya yang turut dibersihkan adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Meureudu yang berada di Kabupaten Pidie Jaya. Sebelum proses pembersihan, lantai kantor KUD dipenuhi lumpur, sementara meja, lemari, dan kotak-kotak kayu tampak berserakan di berbagai sudut ruangan. Setelah dilakukan pembersihan, semua barang-barang tersebut kembali tersusun rapi dan tidak ada lagi sisa lumpur yang mengganggu.
Upaya perbaikan fasilitas umum ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Sumatra.
Diharapkan dengan adanya perbaikan ini, masyarakat dapat segera bangkit dan melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka dengan normal. Hal ini penting untuk memulihkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan proses pemulihan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5430614/original/057304300_1764667635-Infografis_Aceh_CMS.jpg)