56 Ribu Warga Lebak Telah Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Kolaborasi Dinkes dan PKK Kunci Suksesnya!
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak berhasil menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis bagi puluhan ribu warganya. Kolaborasi strategis dengan PKK, majelis taklim, dan sekolah menjadi kunci keberhasilan deteksi dini penyakit di Lebak.
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) secara aktif menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan warga dan mempersiapkan Generasi Emas 2045. Program ini melibatkan berbagai pihak mulai dari PKK, majelis taklim, hingga sekolah-sekolah di seluruh wilayah Lebak.
Hingga saat ini, diperkirakan lebih dari 56 ribu warga Lebak telah memanfaatkan fasilitas CKG yang disediakan. Angka ini menempatkan Kabupaten Lebak pada posisi keenam tertinggi dalam perolehan CKG di Provinsi Banten, menunjukkan antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan preventif. Upaya kolaboratif ini terus digencarkan untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menegaskan pentingnya program ini untuk deteksi dini berbagai penyakit. CKG menjadi langkah proaktif pemerintah daerah dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM) serta menghindari komplikasi kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.
Peran Strategis Kolaborasi dalam Program CKG
Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Lebak tidak lepas dari strategi kolaborasi yang diterapkan oleh Dinas Kesehatan. Pihak Dinkes secara aktif menggandeng Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), ibu-ibu pengajian majelis taklim, dan juga sekolah-sekolah untuk memperluas jangkauan layanan. Kolaborasi ini memungkinkan CKG mendekati masyarakat di berbagai lingkungan.
Endang Komarudin menjelaskan bahwa setiap ada perkumpulan masyarakat, kesempatan itu dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan CKG. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjaring lebih dari 56 ribu orang yang telah melakukan pemeriksaan, menjadikannya salah satu kabupaten dengan capaian CKG tertinggi di Banten.
Dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis massa kuat seperti PKK dan majelis taklim, informasi mengenai CKG dapat tersampaikan lebih cepat dan mudah. Selain itu, keterlibatan sekolah memastikan kesehatan generasi muda juga terpantau sejak dini, sejalan dengan visi Generasi Emas 2045.
Ragam Pemeriksaan dan Manfaat Deteksi Dini CKG
Program Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Dinkes Lebak menawarkan beragam jenis pemeriksaan komprehensif. Layanan ini mencakup skrining kesehatan umum, pemeriksaan jantung, pengukuran berat badan, pemeriksaan gigi dan telinga, serta tes darah. Selain itu, CKG juga fokus pada deteksi faktor risiko penyakit yang mungkin belum disadari oleh masyarakat.
Menurut Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, program ini sangat vital untuk deteksi dini guna mengetahui faktor risiko dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM). PTM yang menjadi fokus antara lain hipertensi, gula darah, masalah kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, dan obesitas sentral atau lingkar perut.
Deteksi dini melalui CKG memiliki peran krusial dalam mencegah masyarakat terkena risiko penyakit di kemudian hari. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, langkah-langkah pencegahan dan penanganan dapat segera dilakukan, sehingga dapat menghindari timbulnya komplikasi serius yang dapat menurunkan kualitas hidup.
Komitmen Puskesmas dan Respon Positif Masyarakat
Untuk memastikan program CKG berjalan optimal, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, telah menginstruksikan seluruh 43 puskesmas di wilayahnya. Instruksi ini bertujuan agar setiap puskesmas dapat secara maksimal menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Salah satu contoh implementasi CKG yang berhasil adalah di SDN 2 MC Rangkasbitung Timur, seperti yang disampaikan oleh Petugas Puskesmas Rangkasbitung, Darsih. "Semua anak di sini sudah dilakukan pemeriksaan CKG," ujarnya, menunjukkan jangkauan program hingga ke lingkungan sekolah.
Respons positif juga datang dari masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Kokom (50), seorang ibu pengajian majelis taklim dari Rangkasbitung. Ia mengaku sangat lega setelah melakukan CKG dan mengetahui dirinya sehat tanpa riwayat penyakit tidak menular, terutama setelah beberapa hari merasa kurang sehat. Pengalaman ini menunjukkan betapa berharganya program CKG bagi warga.
Sumber: AntaraNews