Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Jaksa Curiga Harta Nadiem Rp 4,8 Triliun Hasil Korupsi Chromebook

{{caption}}
Asep Edi Suheri Naik Pangkat, Polda Metro Kini Dipimpin Jenderal Bintang 3

{{caption}}
Kasus Sabu Kutai Barat Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Kasat Narkoba

{{caption}}
Penahanan Bupati Tulungagung Diperpanjang, Begini Penjelasan KPK

{{caption}}
Polisi Ungkap Asal Usul 1 Ton Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina

{{caption}}
Atasi Hambatan Investasi, Prabowo Bakal Bentuk Satgas Percepatan Deregulasi

Topik Terkait
{{caption}}
3 Warga Gunungkidul Positif Antraks

Selain menulari hewan ternak, Antraks kini juga menular kepada manusia.

{{caption}}
Puluhan Hewan Ternak di Gunungkidul Mati Diduga Terjangkit Antraks

Wibawanti menjelaskan, pihaknya telah mengambil sampel laboratorium dari hewan-hewan ternak yang menunjukkan ciri-ciri gejala Antraks.

{{caption}}
Satu Warga Gunungkidul Suspeks Antraks, Kini Dirawat di RS

Dinkes & Peternakan Gunungkidul menemukan adanya dugaan tiga hewan ternak milik warga Kayoman, Serut yang mati diduga karena terkena antraks.

{{caption}}
Satu Sapi di Wonogiri Positif Antraks, Begini Awal Mula Temuannya

Hasil tracking Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng tidak ditemukan kasus penularan dari hewan ke manusia yang terjadi di Wonogiri.

{{caption}}
Profesor UMM Bagikan Cara Penanganan Bangkai Hewan Kasus Antraks

Wabah antraks di Gunungkidul, Yogyakarta menjadi sorotan. Sekurangnya tiga orang meninggal dan 93 lainnya positif antraks setelah mengonsumsi daging sapi.

{{caption}}
Mengenal Tradisi Brandu, Biang Kerok di Balik Penyebaran Antraks di Gunungkidul

Saat ada hewan ternak mati mendadak, masyarakat iuran untuk membeli hewan ternak tersebut. Kemudian hewan ternak itu disembelih dan dagingnya dibagikan.

{{caption}}
Data Kasus Antraks di Gunungkidul: 12 Hewan Ternak Mati dalam 3 Bulan

Korban antraks ikut menyembelih dan memakan sapi yang sudah mati.

{{caption}}
Kronologi Warga Gunungkidul Meninggal karena Antraks, Berawal dari Sembelih Sapi Mati

Seorang warga Gunungkidul meninggal karena Antraks. Korban sempat dirawat di rumah sakit

{{caption}}
Lokasi Antraks di Gunungkidul, Desa Terpencil Berbatasan dengan Hutan

Hingga saat ini, Pemkab belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit antraks.

{{caption}}
Satu Warga Gunungkidul Meninggal Karena Antraks, Ini Kronologinya

Antraks merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri B.antrachis. Biasanya, antraks menyerang hewan herbivora.

{{caption}}
Fakta Baru Kasus Antraks di Gunungkidul, Warga Konsumsi Ternak Mati

Tiga orang meninggal dunia diduga karena konsumsi ternak sapi yang telah mati sebelum disembelih

{{caption}}
Badan Karantina Perketat Pengawasan Distribusi Hewan Kurban dari Wilayah Timur

Badan Karantina Republik Indonesia memperketat pengawasan jalur distribusi hewan kurban dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan kesehatan ternak serta kelancaran pasokan ke seluruh Indonesia.

{{caption}}
Karantina Kalbar Musnahkan Ribuan Kilogram Komoditas Ilegal Berisiko Penyakit Demi Keamanan Nasional

Karantina Kalbar memusnahkan ribuan kilogram komoditas ilegal yang berpotensi membawa penyakit berbahaya. Simak detail Pemusnahan Komoditas Ilegal Karantina Kalbar ini untuk memahami ancaman dan langkah pencegahannya.

{{caption}}
Deretan Penyakit Mematikan Akibat Hewan Peliharaan, Waspada Sekarang Juga!

Ketahui deretan penyakit mematikan akibat hewan peliharaan yang perlu diwaspadai beserta gejala-gejalanya agar bisa segera ditangani.

{{caption}}
Marak Warga Pacitan Terinfeksi Antraks, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Cara Penularan

Antraks tidak mudah hilang dari daerah yang pernah terinfeksi

{{caption}}
Menkes: Hewan Terkena Antraks Harus Dibakar, Tidak Boleh Dimakan

Budi mengingatkan, bila ada hewan yang mati mendadak, masyarakat perlu memanggil petugas untuk mengetahui apakah terpapar antraks atau tidak.

{{caption}}
Pakar Ungkap 'Ngerinya' Penularan Antraks, Hewan Terpapar Tak Bisa Ditangani Sembarangan

Hasil penelitian di Afrika Selatan yang membuktikan jika spora yang dihasilkan dari bakteri Antraks ini bisa bertahan hingga 250 tahun lamanya.