18 Proyek Hilirisasi Industri Segera Dibuka, Pemerintah Minta Kampus Siapkan SDM Unggul
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengatakan pemerintah tengah bersiap membuka 18 proyek hilirisasi.
Pemerintah melalui Danantara tengah bersiap melakukan akselerasi besar-besaran di sektor industri. Fokus utamanya adalah pembukaan 18 proyek hilirisasi industri strategis yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi nasional di masa mendatang.
"Tadi Bapak Presiden menyampaikan juga bahwa 18 hilirisasi industri yang akan dibuka oleh Danantara itu juga membutuhkan SDM dan riset serta inovasi," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1).
Brian menjelaskan, agenda besar ini bukan sekadar rencana teknis, melainkan peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat struktur industri dalam negeri.
Ketersediaan Tenaga Ahli
Tantangan utamanya dijelaskannya terletak pada ketersediaan tenaga ahli dan riset yang mumpuni agar industri ini dapat berjalan berkelanjutan dan kompetitif secara global.
"Ini adalah kesempatan besar bangsa kita, industri-industri yang akan dibuka pasti membutuhkan sekali lagi SDM yang handal dan juga membutuhkan riset dan inovasi dan ini sekali lagi perguruan tinggi harus memegang peran yang penting, harus mengambil peran yang signifikan," jelasnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah menaruh harapan besar pada dunia akademisi sebagai pemasok utama kompetensi bangsa.
Brian menegaskan, sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan universitas adalah kunci utama untuk menyukseskan program-program strategis yang sedang dicanangkan Presiden saat ini.
"Ini saatnya perguruan tinggi bisa berkontribusi bagi negara dalam bentuk menghasilkan SDM unggul dan juga riset serta inovasi," tegasnya.
Danantara sebagai Lokomotif
Terkait rincian proyek, Danantara akan bertindak sebagai lokomotif yang menarik berbagai gerbong industri strategis. Program hilirisasi ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari pengelolaan energi terbarukan hingga pengolahan hasil alam yang menjadi keunggulan sumber daya Indonesia selama ini.
"Tadi sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri yang akan dilokomotifi oleh Danantara, mulai dari industri waste to energy kemudian hilirisasi mineral, hilirisasi pangan dan sebagainya tadi ada 18 proyek strategis," ungkapnya.
Dengan adanya dukungan riset yang kuat dari kampus-kampus di seluruh Indonesia, pemerintah optimis tingkat ketergantungan pada teknologi luar negeri dapat ditekan seminimal mungkin.
Kemandirian nasional di sektor hilirisasi diungkapkannya menjadi target mutlak agar nilai tambah sumber daya alam tetap berada di dalam negeri.
"Nah itu diharapkan perguruan tinggi mem-backup dengan riset-riset yang kuat, sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi," pungkasnya.