Penjualan Mobil Listrik Turun per Mei 2025, Ini Faktor Penyebabnya
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa penurunan penjualan mobil listrik saat ini disebabkan oleh berbagai faktor.
Penjualan mobil listrik di Indonesia pada bulan Mei 2025 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Menurut data dari Gaikindo, wholesale sales untuk mobil bertenaga baterai ini tercatat hanya mencapai 6.334 unit, yang berarti turun sekitar 14 persen dibandingkan dengan bulan April yang mencapai 7.690 unit. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa penurunan penjualan mobil listrik disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah konsumen yang membeli bukan sebagai pembeli pertama kendaraan.
"Kedua, pembelinya masih di sekitar Jakarta. Lalu, beli karena menghindari ganjil genap. Apakah sekarang sudah mencapai jenuh, atau faktor lain kita juga belum tahu. Kondisinya seperti itu," ungkap Kukuh saat dihubungi Liputan6.com melalui telepon pada Selasa (24/6/2025).
Kukuh melanjutkan, terkait harga, mobil listrik yang tersedia di pasar masih berada di kisaran Rp 400 hingga Rp 500 juta. Oleh karena itu, hal ini cukup menjadi beban bagi masyarakat.
"Masyarakat kita maunya beli di bawah Rp 300 juta. Itu juga, pasarnya kan juga terpukul. Kelas menengah, sekitar 11 juta orang terpengaruh," tegas Kukuh.
Di sisi lain, Kukuh juga menyampaikan harapan dari Gaikindo agar situasi ini dapat membaik. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut berada di luar kemampuan Gaikindo dan memerlukan kebijakan yang lebih luas untuk mendukung kondisi ekonomi secara keseluruhan.
"Agak sulit memang menduga pasar hingga akhir tahun, kembali yang kita harapkan kebijakan lebih makro, bukan spesifik ke industri ini (otomotif) saja," tutupnya.
Model yang paling laris terjual
Dalam hal model, BYD Sealion 7 tercatat sebagai model terlaris dengan total penjualan mencapai 1.232 unit. Namun, angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1.792 unit. Di posisi kedua, terdapat model lain dari BYD, yaitu M6, yang berhasil menjual 1.184 unit.
Selanjutnya, merek premium BYD, Denza D9, menduduki posisi ketiga dengan penjualan sebanyak 630 unit, sementara Chery J6 mengikuti di belakangnya dengan 580 unit terjual. Posisi kelima dan keenam ditempati oleh dua model Wuling, yaitu Air ev dan Cloud EV, masing-masing terjual sebanyak 419 unit.
Di urutan ketujuh, Geely EX5 berhasil menjual 377 unit. Pada posisi kedelapan, terdapat satu-satunya perwakilan dari luar Tiongkok, yaitu Hyundai Ioniq 5, yang terjual sebanyak 226 unit. Di posisi kesembilan dan kesepuluh, Wuling BinguoEV mencatat penjualan 210 unit, diikuti oleh BYD Seal yang terjual sebanyak 203 unit. :strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2880629/original/012853000_1565689341-Banner_selamat_datang_era_mobil_listrik_di_indonesia.jpg)