Mobil bekas '0 KM' semakin banyak di China, sehingga pemerintah memanggil produsen mobil terkenal untuk memberikan penjelasan.
Pemerintah China mengundang produsen mobil membahas lonjakan penjualan mobil bekas '0 KM', yang dikhawatirkan tanda krisis industri otomotif di negara tersebut.
Pemerintah China mengambil tindakan tegas terhadap banyaknya laporan dan penjualan mobil bekas yang diklaim 'tanpa jarak tempuh' atau '0 KM'. Kementerian Perdagangan China baru-baru ini mengundang beberapa produsen otomotif terkemuka untuk mengikuti pertemuan khusus yang membahas praktik yang dianggap tidak sehat dalam industri otomotif. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga perwakilan dari asosiasi dealer mobil serta platform penjualan online, seperti yang diungkapkan oleh Li Yanwei, seorang pejabat di Asosiasi Dealer Mobil Tiongkok, melalui akun Weibo-nya. Produsen besar seperti Dongfeng Motor Group juga diketahui turut serta dalam diskusi ini.
Fenomena mobil bekas '0 KM' mulai menjadi perhatian publik setelah Ketua Great Wall Motors Co, Wei Jianjun, memberikan peringatan bahwa praktik semacam ini berpotensi mengganggu keseimbangan industri otomotif. Dalam praktiknya, mobil baru yang tidak terjual akan dialihkan ke perusahaan pembiayaan atau dealer mobil bekas, kemudian dijual kembali dengan odometer yang menunjukkan nol kilometer. Meskipun mobil tersebut belum sampai ke tangan konsumen akhir, produsen tetap mencatat unit tersebut sebagai 'terjual'.
Empat ribu dealer menjual mobil bekas dengan kondisi seperti baru
Wei mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 4.000 dealer yang menawarkan mobil bekas dengan status 'tanpa jarak tempuh' di berbagai platform online. Meskipun tindakan ini dapat dianggap sebagai penipuan di negara-negara seperti Amerika Serikat, peraturan mengenai hal ini di Tiongkok masih belum jelas dan tegas. Ia juga memberikan peringatan bahwa industri otomotif di Tiongkok berpotensi mengalami krisis serupa dengan yang dialami oleh China Evergrande Group di sektor properti.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4325315/original/019223500_1676461582-Picture1.jpg)
Persaingan harga mobil listrik di China semakin ketat
Saat ini, persaingan harga dalam industri otomotif semakin ketat, memberikan tekanan yang signifikan bagi para produsen. BYD Co, yang merupakan pemimpin pasar mobil listrik, mengalami penurunan nilai saham sebesar 10 persen dalam dua hari pertama pekan ini setelah mereka mengumumkan diskon besar-besaran hingga 34 persen untuk beberapa model kendaraan. Hal ini menunjukkan adanya perlambatan yang cukup berarti dalam pertumbuhan penjualan kendaraan, yang dapat berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlangsungan industri otomotif di Tiongkok.
Di sisi lain, perkembangan baru dalam industri mobil listrik menunjukkan bahwa banyak perusahaan berusaha untuk tetap kompetitif di tengah tantangan ini. Diskon yang ditawarkan oleh BYD Co tidak hanya mencerminkan upaya mereka untuk menarik lebih banyak konsumen, tetapi juga menunjukkan adanya tekanan dari pesaing yang semakin agresif. Dengan kondisi pasar yang berubah-ubah, penting bagi produsen untuk beradaptasi agar tetap relevan dan dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat ini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2880721/original/038962900_1565693856-Infografis_Selamat_Datang_Era_Mobil_Listrik_Indonesia.jpg)