Lexus Siapkan Supercar Listrik Super Cepat, Lineup Model Dirombak Total
Lexus berencana untuk memperbarui seluruh jajaran modelnya hingga tahun 2028.
Lexus sedang mempersiapkan perubahan besar pada seluruh jajaran modelnya hingga tahun 2028. Pabrikan mobil premium asal Jepang ini berencana untuk meluncurkan mobil listrik dengan performa setara supercar, berbagai SUV yang telah diperbarui, serta model tiga baris bertenaga baterai yang berpotensi menggantikan SUV berbahan bakar bensin yang besar.
Langkah ini menandai awal baru bagi Lexus yang kini mengambil pendekatan yang lebih fleksibel. Meskipun tetap berkomitmen untuk menjadi merek mobil listrik sepenuhnya pada tahun 2035, mereka juga akan memperkuat lini hybrid untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satu model yang paling menarik perhatian adalah coupe listrik yang terinspirasi oleh LFA, supercar legendaris Lexus yang sebelumnya menggunakan mesin V10.
Mobil ini diperkirakan akan mengusung desain dari konsep Lexus Electrified Sport yang diperkenalkan pada tahun 2021 dan dijadwalkan untuk diluncurkan pada akhir 2026, bersamaan dengan penghentian produksi LC 500 yang bermesin V8.
Dipantau secara langsung oleh Chairman Toyota, Akio Toyoda, coupe listrik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang mirip dengan LFA.
Konsep mobil ini dilengkapi dengan baterai solid-state yang menawarkan jarak tempuh hingga 700 km dan kemampuan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 2 detik. Namun, spesifikasi resmi untuk versi produksinya masih belum diumumkan.
Selain itu, terdapat informasi dari media Jepang yang menyebutkan bahwa Lexus mungkin juga sedang mempersiapkan sports car hybrid yang akan berbagi platform dengan Toyota GR Supra generasi terbaru.
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai hal tersebut. Strategi ini menunjukkan bahwa Lexus berusaha untuk beradaptasi dengan tren pasar yang terus berkembang dan memberikan inovasi yang menarik bagi para penggemar otomotif.
Mobil sedan dan hybrid tetap menjadi pilihan utama
Lexus terus mempertahankan sedan yang banyak digemari, seperti ES dan IS. Sedan ES generasi terbaru telah diperkenalkan di Eropa dan China, dan rencananya akan memasuki pasar global, termasuk Amerika, pada paruh kedua tahun 2026 dengan opsi mesin hybrid dan listrik.
Sementara itu, untuk model IS, produksi sebagian besar varian di Jepang akan dihentikan pada November 2025, termasuk versi IS 500 yang menggunakan mesin V8.
Diharapkan, generasi baru IS akan diluncurkan pada tahun 2026 dengan pilihan mesin hybrid dan listrik yang lebih efisien.
Di sisi lain, model coupe RC dan RC F kemungkinan besar akan dihentikan tanpa adanya penerus. Selain itu, masa depan sedan flagship LS, yang terakhir kali diperbarui pada tahun 2020, juga masih belum jelas.
Meskipun model ini telah berusia delapan tahun, belum ada informasi resmi mengenai pengganti atau peremajaan dari sedan tersebut.
Lexus tampaknya sedang melakukan penyesuaian dalam lini produk mereka untuk tetap relevan di pasar otomotif yang terus berubah.
SUV Facelift dan TX Listrik
Dalam segmen SUV, Lexus akan melakukan rekayasa ulang pada model UX pada tahun 2026, serta menghentikan produksi varian listrik penuh pada bulan November 2025.
Facelift untuk model NX, RX, GX, dan LX direncanakan akan dilakukan pada tahun 2028. Selain itu, Lexus sedang dalam proses pengembangan SUV tiga baris yang sepenuhnya listrik, yang diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2027.
Model ini diharapkan menjadi alternatif nol emisi untuk TX, yang juga akan mendapatkan penyegaran pada tahun yang sama.
Sementara itu, RZ, satu-satunya kendaraan listrik (EV) Lexus yang tersedia di Amerika, telah mendapatkan facelift di Eropa dan akan mulai dipasarkan di AS pada akhir tahun 2025.
Model ini dilengkapi dengan fitur-fitur baru seperti simulated gear shifts dan teknologi steer-by-wire, sementara varian performa F-Sport dijadwalkan hadir pada tahun 2026.
Dengan menggabungkan teknologi hybrid dan listrik penuh, Lexus berupaya memenuhi beragam selera konsumen sambil tetap menjaga momentum transisi menuju elektrifikasi total.
Langkah ini juga memberikan kesempatan untuk beradaptasi di tengah dinamika pasar otomotif global yang terus berubah.