Dilarang Motoran usai Melakukan Perawatan Wajah Ini
Tren perawatan kulit yang mengencangkan dan mengangkat tanpa melalui operasi kini semakin populer, berkat adanya alat estetika seperti Ultherapy PRIME.
Pola hidup masyarakat modern yang serba cepat telah mendorong meningkatnya minat terhadap perawatan non-bedah, termasuk prosedur untuk mengangkat dan mengencangkan kulit. Menurut dr. Ni Nyoman Indra Lesthari, seorang ahli dermatologi, minimnya efek samping serta waktu pemulihan yang singkat menjadi dua alasan utama mengapa prosedur ini semakin diminati.
"Operasi tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Misalnya, seorang influencer harus bersembunyi karena waktu pemulihan untuk operasi paling cepat adalah tiga bulan, dan rata-rata enam bulan. Dia akan kembali normal setelah enam bulan, siapa yang bisa menunggu selama itu sekarang?" ungkapnya saat konferensi pers peluncuran Ultherapy PRIME oleh Merz Aesthetics di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 25 April 2025.
Oleh karena itu, penggunaan teknologi estetika, seperti Ultherapy PRIME, menjadi pilihan alternatif yang menarik. Terlebih lagi, perawatan lifting and tightening skin ini tidak perlu dilakukan berulang kali dalam waktu dekat, karena dianjurkan hanya sekali dalam setahun. Mengenai usia pasien yang dapat menjalani perawatan ini, dr. Indra menjelaskan bahwa hal itu tergantung pada indikasi. "Jika sudah ada indikasi, Ultherapy PRIME sangat aman. Namun, jika belum ada indikasi, sifatnya lebih kepada pencegahan, menurut saya sih tidak perlu," tuturnya.
Tanpa adanya kelainan, ia merekomendasikan agar hanya pasien berusia 35 tahun ke atas yang menjalani perawatan tersebut. Dalam beberapa kasus, dr. Indra juga menceritakan tentang seorang pasien berusia 22 tahun yang menjalani perawatan pengangkatan dan pengencangan kulit dengan mesin estetika terbaru dari Merz Aesthetics ini.
"Pasien tersebut mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Dalam waktu tiga bulan, dia berhasil menurunkan 10 kg, sehingga double chin-nya muncul akibat laxity, karena fat yang hilang. Sebenarnya, itu bisa hilang dengan sendirinya, tetapi jika pasien membutuhkan hasil yang lebih cepat, bisa menggunakan Ultherapy PRIME," jelasnya.
Hindari Terpapar Polusi
Untuk mendukung hasil perawatan secara optimal, dr. Indra menjelaskan bahwa prinsip Ultherapy berfokus pada pertumbuhan kolagen elastin serta semua elemen yang berkontribusi pada peremajaan kulit. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan vitamin yang dapat mendukung pertumbuhan kolagen.
"Kemudian, kami juga sampaikan bahwa pasien sebaiknya menjaga berat badan. Karena kalau kita treatment di area submental atau jawline terus pasien naik-turun berat badan, otomatis lifting itu tidak terlihat signifikan," sebutnya.
Dokter Indra juga menambahkan, "Pasien juga disarankan menghindari segala sesuatu yang bersifat oksidasi bebas, seperti merokok, terpapar polusi, dan selalu menggunakan sunscreen. Itu akan membantu tumbuhnya kolagen."
Ia menjelaskan bahwa kombinasi Ultherapy PRIME dengan perawatan lainnya tergolong aman. "Kalau saya sampaikan tidak ada efek samping, itu karena dua faktor: dari mesin dan dokternya itu sendiri," ujarnya. "Sebaiknya apapun teknologi, kalau dokternya tidak bisa dipakai, itu otomatis komplikasi akan muncul."
Alat dan Teknologi
Dari segi teknologi, Dr. Indra menjelaskan adanya perbedaan antara mesin Ultherapy yang lama dan Ultherapy PRIME yang baru saja diperkenalkan. "Perbedaan yang paling mencolok adalah kemudahan penggunaan Ultherapy PRIME bagi para dokter," ujarnya. Ia menambahkan bahwa gambar ultrasound yang lebih jelas, layar yang lebih besar, serta hasil treatment yang lebih baik memungkinkan dokter untuk melakukan tindakan perawatan dengan lebih presisi.
Selain itu, rasa nyeri yang biasanya muncul saat Ultherapy dilakukan terlalu dalam dapat dihindari jika tindakan dilakukan dengan tepat, sehingga pasien tidak merasakan sakit," jelas Dr. Indra.
Selain itu, mesin estetika terbaru ini juga mempercepat waktu perawatan. "Sebelumnya, pasien memerlukan waktu perawatan sekitar 22,5 jam, tetapi berkat prosesor baru pada mesin ini, waktu tindakan kini hanya 1,52 jam," ungkapnya.
Sebelum memulai perawatan, Dr. Indra menekankan pentingnya memastikan bahwa kondisi kulit pasien dalam keadaan sehat dan bebas dari inflamasi atau infeksi. "Apabila terdapat jerawat atau eksim yang sedang kambuh, kami tidak akan melanjutkan tindakan perawatan," tuturnya.