10 Merek dengan Volume Impor Mobil Utuh Tertinggi di Indonesia hingga Januari 2025
Impor mobil di Indonesia meningkat signifikan pada Januari 2025, dengan Suzuki dan Toyota memimpin.
Tren peningkatan yang signifikan terlihat dalam impor mobil utuh (completely built up/CBU) di pasar otomotif Indonesia pada Januari 2025. Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total jumlah mobil yang diimpor mencapai 7.923 unit, mencatat lonjakan sebesar 70,1% year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan Januari 2024 yang hanya mencatat 4.657 unit.
Sementara itu, penjualan mobil di dalam negeri mengalami penurunan baik dalam kategori wholesales maupun ritel. Ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi di pasar, di mana semakin banyak produsen yang memilih untuk mengimpor mobil dari luar negeri ketimbang memproduksi di dalam negeri.
Selanjutnya, merek apa saja yang mendominasi impor mobil di Indonesia pada Januari 2025? Berikut adalah daftar lengkapnya.
Suzuki Jadi Merek dengan Impor Mobil Terbesar Januari 2025
Suzuki mencatatkan angka impor tertinggi, mencapai 2.573 unit. Kenaikan ini mencapai 80,6% dibandingkan dengan bulan Januari 2024 yang hanya mencatat 1.425 unit.
Model unggulan yang diimpor oleh Suzuki adalah New Jimny dari India dan Jepang. Dengan performa yang handal dan desain yang khas, New Jimny menjadi pilihan utama bagi para penggemar kendaraan off-road.
Dengan pertumbuhan yang signifikan ini, Suzuki menunjukkan komitmennya untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia.
Toyota Naik Drastis: Impor Hampir 2.000 Unit Mobil
Toyota melaporkan bahwa mereka melakukan impor sebanyak 1.993 unit, yang mencerminkan kenaikan 98,5% dibandingkan tahun lalu. Jika dibandingkan dengan Januari 2024, jumlah unit yang diimpor Toyota hanya 1.004 unit.
Langkah agresif Toyota dalam mengembangkan lini produk serta meningkatkan volume impor menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Toyota tetap berperan sebagai pemain utama dalam industri otomotif di tanah air.
Dengan berbagai pilihan model yang tersedia, Toyota berusaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari SUV hingga sedan.
BYD dan Denza: Pabrikan China Mulai Menguasai Pasar Indonesia
BYD berhasil mengimpor sebanyak 1.740 unit, menjadikannya sebagai merek asal China dengan pertumbuhan yang pesat. Denza, yang merupakan sub-merek premium dari BYD, telah mengimpor 566 unit, termasuk model MPV listrik premium Denza D9.
Model-model BYD yang tersedia di Indonesia mencakup Atto 3, Seal, Dolphin, dan M6. Dengan teknologi inovatif dan desain yang modern, BYD berupaya untuk menarik perhatian konsumen yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Keberadaan BYD dan Denza di pasar Indonesia menunjukkan bahwa produsen asal China semakin serius dalam berkompetisi di sektor otomotif lokal.
Hyundai, Mazda, dan Citroen Masih Andalkan Impor untuk Pasar Indonesia
Hyundai Motors Indonesia (HMID) telah mengimpor sebanyak 347 unit, yang sebagian besar merupakan model CBU dari Korea Selatan. Di sisi lain, Mazda berhasil mencatatkan 180 unit impor, yang masih bergantung pada pabrik di Jepang untuk memenuhi permintaan pasar.
Citroen juga mulai merambah pasar dengan 101 unit impor, yang menambah kehadiran merek asal Prancis di Indonesia. Dengan berbagai produk yang ditawarkan, setiap merek berupaya menarik minat konsumen melalui fitur dan desain yang menarik.
Adanya merek-merek ini menunjukkan bahwa pasar otomotif di Indonesia semakin bervariasi dan kompetitif.
Daftar 10 Importir Mobil Terbesar Januari 2025
Di bawah ini adalah 10 merek mobil dengan jumlah impor tertinggi di Indonesia pada Januari 2025:
- Suzuki – 2.573 unit
- Toyota – 1.993 unit
- BYD – 1.740 unit
- Denza – 566 unit
- Hyundai (HMID) – 347 unit
- Mazda – 180 unit
- Citroen – 101 unit
- Morris Garage – 67 unit
- UD Trucks – 65 unit
- FAW – 60 unit
Penjualan Mobil Domestik Turun, Apa Penyebabnya?
Total penjualan grosir di bulan Januari 2025 tercatat hanya 61.843 unit, mengalami penurunan sebesar 11,3% dibandingkan tahun sebelumnya dibandingkan Januari 2024. Sementara itu, penjualan ritel juga mengalami penurunan sebesar 18,6% YoY, dari 78.437 unit (2024) menjadi 63.858 unit (2025).
Peningkatan impor kendaraan mungkin menjadi salah satu penyebab menurunnya produksi dalam negeri. Dengan semakin banyaknya pilihan mobil dari luar negeri, konsumen cenderung lebih memilih untuk membeli mobil impor.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor otomotif lokal harus beradaptasi dengan perubahan ini agar tetap dapat bersaing.
Peningkatan impor CBU dapat berdampak pada daya saing industri perakitan dalam negeri. Pasar Indonesia kini semakin dihiasi oleh mobil-mobil dari China, Jepang, dan Korea Selatan.