Jangan Kurangi Volume Oli Mesin Kendaraan Anda, Ini Risiko yang Bisa Terjadi
Banyak pengendara yang masih keliru mengenai penggunaan oli mesin, mulai dari mengurangi volume hingga menunda penggantian oli.
Banyak pengendara berusaha mengurangi pengeluaran untuk perawatan kendaraan dengan cara mengurangi jumlah oli, menunda pergantian, atau bahkan mencampurkan oli lama dengan oli baru. Namun, kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin mobil dan motor.
Menurut informasi yang dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia pada Minggu (5/10/2025), oli mesin tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil, membersihkan kotoran sisa pembakaran, serta meningkatkan akselerasi kendaraan.
Apabila volume oli tidak mencukupi atau kualitasnya buruk, kinerja mesin akan terganggu dan risiko kerusakan yang lebih parah pun akan meningkat. Selain berfungsi untuk melumasi bagian-bagian yang saling bergesekan, oli juga berperan dalam mendistribusikan panas mesin agar tidak cepat overheat. Oli yang dalam kondisi baik dapat mencegah penumpukan karbon, mengurangi beban kerja mesin, dan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Oleh karena itu, mengabaikan kualitas dan jumlah oli demi menghemat biaya justru bisa berujung pada kerugian lebih besar, karena biaya perbaikan mesin jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya penggantian oli secara rutin.
Tips merawat oli mesin
Untuk menjaga kesehatan mesin dan mencegah kerusakan, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan untuk mengganti oli sesuai dengan jadwal yang ditentukan; untuk motor, lakukan penggantian setiap 2.000 km, sementara untuk mobil, lakukan setiap 10.000 km, atau lebih cepat jika kendaraan sering terjebak dalam kemacetan atau melewati medan yang berat.
Kedua, gunakan oli berkualitas yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Hindarilah penggunaan oli curah yang tidak memiliki merek jelas dan asal-usul yang meragukan. Ketiga, lakukan pemeriksaan volume oli secara teratur, pastikan volumenya selalu berada di antara batas minimum dan maksimum yang tertera pada stik oli.
Keempat, jangan mencampur oli lama dengan oli baru, karena hal ini dapat mengubah kualitas oli dan berpotensi merusak mesin. Terakhir, sesuaikan penggantian oli dengan kondisi penggunaan kendaraan; jika kendaraan sering digunakan untuk perjalanan jauh, lakukan pergantian oli lebih sering untuk menjaga performa mesin tetap optimal.