Tiga Jam Tanpa Settingan Sebelum Prabowo dan Bill Gates Datang
Dering telepon genggamnya berbunyi, Senin (5/5). Ada nomor tak dikenal masuk. Retnaningsih penasaran siapa yang telepon sepagi ini.
Dering telepon genggamnya berbunyi, Senin (5/5). Ada nomor tak dikenal masuk. Retnaningsih penasaran siapa yang telepon sepagi ini.
Retna, sapaannya, adalah Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Jati Asih, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Orang dari balik telepon tersebut ternyata pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Arahannya, Retna diminta standby pagi hari, Rabu (7/5). Sebab, akan ada tamu spesial datang.
Ya, tamu itu adalah Presiden Prabowo Subianto bersama pendiri Microsoft, Bill Gates.
Kedua orang penting itu akan memantau berlangsungnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang dipimpinnya.Wajah senang terpancar dari wajah Retna. Dia langusng mengontak sejumlah orang di sekolahnya. Untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya. Karena presiden dan orang kaya Amerika akan datang ke sekolahnya.
Peristiwa sejarah yang mungkin tak bakal terulang lagi.Sebelum presiden datang, ada survei yang dilakukan Sekretaris Kabinet (Seskab), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hingga sejumlah orang lain yang meninjau.
Ternyata, bukan hanya sekolah Retna saja yang menjadi calon bakal dikunjungi Prabowo dan Bill Gates. Ada enam sekolah unggulan lain yang di survei. Misalnya, SDN 05 dan 09 Jati Asih serta SDN di kawasan Slipi, Jakarta Barat dan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Tanpa Settingan
Survei ini dilakukan satu hari sebelum kunjungan yaitu pada Selasa (6/5). Tak butuh waktu lama, tim Istana memutuskan sekolah Retna yang bakal dikunjungi.
Rabu pagi, alias tiga jam sebelum Prabowo datang, nomor WhatsApp Retna lalu dimasukkan ke sebuah grup. Dalam grup itu, dilakukan sejumlah persiapan kedatangan Prabowo dan Bill Gates.
"Jadi siap-siap itu nyiapin tempat ruangan yang dibutuhkan. Seperti aula untuk kesehatan. Kemudian ruang di bawah untuk MBG-nya seperti itu UKS-nya, jadi mengalir mengalir apa adanya saja," kata Retna saat dihubungi merdeka.com, Rabu (7/5).
Soal kegiatan belajar dan mengajar, Retna menegaskan, tidak terganggu sama sekali. Aktivitas sekolah dilakukan seperti biasanya.
“Enggak ada setting-settingan, karena mengalir apa adanya. Karena memang tidak tahu mau dimana, kita seperti biasa," sambungnya.
Teriakan Prabowo, Prabowo
Meski tak adanya persiapan yang khusus, tak membuat semangat para siswa-siswi, orangtua murid hingga warga sekitar kendor dalam menyambut Prabowo.
Hal ini terlihat saat Prabowo yang menggunakan mobil Garuda Maung berwarna putih itu melintasi jalan dekat sekolah.
Apalagi, beberapa meter sebelum masuk gerbang sekolah, para warga sudah mulai berbaris di pinggir jalan untuk bisa menyapa Prabowo secara dekat dan langsung.
Dari sunroof mobil, Prabowo terlihat menyapa para warga yang memang sudah menunggu kedatangannya. Sesampainya di depan gerbang sekolah, Prabowo tak langsung masuk ke dalam.
Ia lebih dulu menyempatkan diri kembali untuk menyapa hingga menyalami sejumlah warga. Setelahnya, Prabowo langsung masuk ke dalam sekolah bersama Bill Gates.
Tak kalah meriah, para siswa-siswi pun langsung berteriak dan memanggil-manggil namanya yang saat itu menggunakan pakaian berwarna krem dan kopiah hitam.
"Prabowo, Prabowo, Prabowo," teriak siswa-siswi.
Bagikan Kaos
Seketika, Prabowo pun langsung berhenti sejenak dan membalas teriakan itu dengan melambaikan tangan kepada mereka yang berada di lantai dua dan tiga.
Kemudian, ia pun melanjutkan jalannya untuk menuju ke tempat ditaruhnya MBG tersebut. Selang berapa lama, keduanya itu langsung masuk ke kedua kelas secara bergantian.
Usai memantau MBG, Prabowo dan Bill Gates langsung meninggalkan sekolah.
Tak langsung pergi begitu saja, Prabowo menyempatkan diri kembali menyapa warga hingga membagikan kaos berwarna cokelat dengan tulisan ‘Indonesia Kuat Adil Makmur Maju Terus. Prabowo’ dari dalam mobil sambil meninggalkan lokasi.