Memperingati Hari Kemerdekaan Energi Sedunia, Kurangi Polusi dan Penggunaan Energi Fosil
Energi fosil akan semakin habis ketika terus digunakan.
Energi fosil akan semakin habis ketika terus digunakan.
Memeringati Hari Kemerdekaan Energi Sedunia, Kurangi Polusi dan Penggunaan Energi Fosil
Seperti diketahui, energi fosil merupakan sumber daya energi yang berasal dari sisa-sisa organisme hidup yang telah mati jutaan tahun yang lalu. Sumber energi ini dapat berupa batu bara, minyak bumi, dan gas alam.
Energi fosil telah menjadi sumber energi dominan yang digunakan manusia selama beberapa abad. Ini tidak lain karena kemampuannya yang dapat menghasilkan energi dalam jumlah besar dan relatif mudah diakses. Meski begitu, jika digunakan secara terus menerus, pada akhirnya energi ini akan habis.
Alasan ini yang mendorong banyak gerakan dari berbagai organisasi dan komunitas untuk mengampanyekan penggunaan bahan bakar alternatif. Bahkan, terdapat peringatan khusus yang dirayakan secara global, yaitu Hari Kemerdekaan Energi Sedunia setiap 10 Juli.Tepat pada hari ini, menarik untuk dibahas lebih jauh tentang bagaimana sejarah dibentuknya peringatan Hari Kemerdekaan Energi Sedunia. Tentu, peringatan ini juga memiliki berbagai macam tujuan penting yang ingin dicapai tentang terbatasnya energi fosil.
Dilansir dari laman National Today, berikut sejarah 10 Juli yang diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Energi Sedunia dan tujuannya, penting untuk disimak.
Sejarah Hari Kemerdekaan Energi Sedunia
Sejarah Hari Kemerdekaan Energi Sedunia, berangkat dari kesadaran bahwa kehidupan pada zaman nenek moyang prasejarah tidak membutuhkan banyak energi. Sebagian besar kebutuhan energi mereka adalah untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan bugar agar tetap berfungsi dengan baik.
Foto: pixabay,com
Energi ini didapatkan dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, berubah setelah ditemukan api. Kebutuhan akan sumber energi berangsur-angsur meningkat. Seiring waktu, perubahan zaman juga mendorong berbagai macam temuan yang membutuhkan semakin banyak energi.
Lebih lagi, munculnya pabrik-pabrik menunukkan adanya kebutuhan bahan bakar yang semakin besar. Dari kebutuhan ini, manusia kemudian menemukan batu bara dan minyak bumi. Dua sumber energi ini kian populer dan digunakan hampir di segalam macam kebutuhan dna industri.
Sayangnya, bergantinya tahun ke tahun, populasi manusia semakin meningkat, dan kebutuhan energi pun juga semakin melambung. Jika energi fosil terus menerus digunakan dalam jumlah besar, maka energi tak terbarukan ini lama-lama akan habis.
Dari latar belakang inilah, muncul gerakan-gerakan dari berbagai organisasi dan komunitas yang mengampanyekan penggunaan alternatif energi selain fosil. Alternatif energi ini juga lebih ramah lingkungan melihat berbagai dampak negatif dari energi fosil pada pemanasan bumi.
Hingga, 10 Juli ditetapkan secara resmi sebagai peringatan Hari Kemerdekaan Energi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hal ini.
Tujuan Hari Kemerdekaan Energi Sedunia
Setelah mengetahui sejarah Hari Kemerdekaan Energi Sedunia pada 10 Juli, berikutnya akan dijelaskan apa saja tujuan dari peringatan ini. Pertama, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa bahan bakar fosil akan segera habis.
Foto: pixabay.com
Sumber energi ini akan segera habis jika terus menerus dikonsumsi. Maka penting bagi masyarakat untuk mulai menggiatkan upaya untuk menemukan alternatif energi lain yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan.
Kedua, tujuan peringatan Hari Kemerdekaan Energi Sedunia ini juga mendorong kesadaran tentang meningkatnya polusi di lingkungan. Bahan bakar fosil yang masih banayk digunakan di berbagai kebutuhan hingga saat ini menyumbangkan efek buruk pada polusi udara.
Semakin meningkat polusi udara, maka akan semakin menurun kualitas hidup masyarakat. Bahkan jika tidak segera diatasi, kondisi ini membuat bumi semakin tak layak huni dan mengancam kepunahan. Dengan peringatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar tentang bahayanya polusi bagi bumi dan kehidupan makhluk di dalamnya.