BUMDes Tamanmartani Kalasan Berhasil Ubah Sampah dan Internet Jadi Kekuatan Ekonomi, Ini Perjalanannya
BUMDes Tamanmartani ubah desa jadi motor ekonomi lewat pengelolaan sampah, internet murah, dan digitalisasi.
Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, tidak hanya menjadi sebuah desa biasa. Desa ini mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi melalui kiprah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tamanmartani yang berdiri sejak 2014/2015. Melalui inovasi pengelolaan sampah, penyediaan internet murah, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak, Tamanmartani membuktikan bahwa desa bisa menjadi motor penggerak perekonomian warga.
BUMDes Tamanmartani menjadi simbol perubahan positif di tengah masyarakat desa. Fokus mereka tidak hanya pada satu sektor, melainkan menggarap berbagai peluang dengan mengutamakan pelayanan masyarakat. Unit usaha seperti angkut sampah, pemasangan internet, penjualan air mineral DAXU, dan layanan keuangan digital menjadi pilar pertumbuhan ekonomi desa.
Pencapaian ini membawa Desa Tamanmartani menembus program Desa BRILian 2023 yang digagas oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Kolaborasi erat dengan BRI, dukungan dari pemerintah desa, dan kerja keras pengurus BUMDes, berhasil membawa Tamanmartani menempati posisi 15 besar nasional, sekaligus menjadi percontohan bagi desa lain di Indonesia.
“Awal mulanya kami ikut proses di tahun 2014 sebagai generasi pertama. Lalu pada akhir Desember 2020 ada pergantian pengurus, dan kami memilih Bank BRI sebagai mitra,” ungkap Wawan Purwanto, Direktur BUMDes Tamanmartani ketika ditemui di Kantor Kalurahan Tamanmartani pada Jumat (25/4/2025).
Awal Mula BUMDes Tamanmartani dan Langkah Awal Bersama BRI
BUMDes Tamanmartani didirikan sekitar tahun 2014/2015 dengan semangat membangun ekonomi desa dari bawah. Ketika itu, tim pengurus pertama mulai menyusun unit usaha yang paling dibutuhkan warga. Langkah ini dipilih agar setiap langkah tidak hanya menghasilkan profit, tetapi juga menjawab permasalahan nyata di masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, kolaborasi dengan BRI membawa angin segar. Pilihan ini bukan tanpa alasan, sebab sejak awal BRI telah menunjukkan komitmennya dalam membina desa melalui program-program pendampingan dan pembiayaan usaha mikro.
“Pada akhir Desember 2020 ada pergantian pengurus, dan kami memilih Bank BRI sebagai mitra,” ungkap Wawan.
BRI tidak hanya menjadi tempat menabung atau transaksi keuangan, namun juga membuka jalan bagi Tamanmartani untuk terlibat aktif dalam program Desa BRILian. Program ini menjadi wadah peningkatan kapasitas manajerial dan bisnis bagi pengurus desa, sekaligus memfasilitasi inovasi di berbagai sektor.
Unit usaha kemudian mulai berkembang, menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang berubah saat pandemi. Internet dan pengelolaan sampah menjadi fokus utama karena dua sektor ini terbukti sangat dibutuhkan. Dari sinilah perjalanan transformasi desa dimulai.
Sebagai tambahan, BUMDes juga membuka layanan BRILink di lokasi strategis agar layanan perbankan dapat menjangkau masyarakat secara langsung. Ini sejalan dengan misi digitalisasi desa yang juga didorong oleh pemerintah pusat.
Keterlibatan dan dukungan penuh dari pemerintah desa menjadi faktor krusial dalam kelancaran seluruh proses ini. Dukungan Lurah dan perangkat desa mendorong percepatan eksekusi program-program inovatif yang digagas oleh BUMDes.
Transformasi Bisnis Sampah: Dari Beban Menjadi Sumber Pendapatan
Sampah yang dahulu menjadi beban bagi desa kini berubah menjadi sumber pendapatan. Awalnya, pengangkutan sampah dilakukan secara kolektif per kampung, namun sistem ini tidak efisien. Maka BUMDes berinisiatif menerapkan sistem berlangganan yang dikenai biaya per rumah tangga.
“Dulu sampah diambil satu titik satu kampung, tapi tidak efisien. Sehingga sistem diubah menjadi pelanggan berbayar per KK setiap bulan,” jelas Yani Purwanto, Manager Sampah Desa Tamanmartani ketika ditemui di kesempatan yang sama.
Tarif langganan berkisar antara Rp25.000 hingga Rp40.000 per bulan, tergantung volume dan lokasi. Sistem ini tidak hanya membuat pengelolaan lebih tertib, tetapi juga memperkuat keberlanjutan operasional karena pendanaan berasal dari masyarakat sendiri, bukan anggaran desa.
Tak hanya mengangkut sampah, BUMDes juga mendirikan 10 hingga 12 bank sampah di berbagai dusun. Warga diajak memilah sampah sejak dari rumah, yang kemudian ditimbang secara berkala dan dinilai dengan skema penukaran berbasis tabungan. Praktik ini tak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong budaya ekonomi sirkular.
BUMDes kemudian bekerja sama dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani untuk mengelola sisa-sisa sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah tersebut dipilah, dipress, dan dibeli kembali oleh BUMDes untuk didistribusikan ke pengepul yang lebih besar.
“Kami punya dua pengelolaan sampah, jasa pengambilan dan bank sampah. Ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap lingkungan,” tambah Yani.
Inovasi ini tidak hanya memberikan pendapatan tambahan, tetapi juga membentuk budaya sadar lingkungan di kalangan warga desa.
Internet Murah sebagai Tulang Punggung Transformasi Digital Desa
Pandemi COVID-19 menjadi titik balik penting bagi BUMDes dalam menyediakan layanan internet desa. Ketika kebutuhan akan pembelajaran daring meningkat drastis, Tamanmartani merespons dengan membangun jaringan internet sendiri bekerja sama dengan penyedia layanan profesional, yang kemudian dikelola langsung oleh BUMDes.
Mereka menjalin kemitraan dengan penyedia layanan untuk membangun jaringan internet lokal. Namun alih-alih hanya menjadi reseller, BUMDes mengambil alih manajemen langsung sehingga dapat menekan biaya dan meningkatkan kualitas layanan. Awalnya hanya ada 100 hingga 200 pelanggan, namun kini jumlahnya telah menembus lebih dari 1.000 pengguna hanya dalam waktu beberapa tahun.
“Waktu itu daring butuh internet, kita bermitra dengan provider membuat jaringan, dan akhirnya BUMDes yang memegang kendali,” cerita Wawan, pria 49 tahun kepada merdeka.com.
Langkah ini berhasil memberikan solusi atas ketimpangan akses digital di pedesaan dan menciptakan peluang usaha baru.
Dengan biaya langganan hanya sekitar Rp100.000–Rp120.000 per bulan, layanan internet BUMDes lebih terjangkau dibanding penyedia komersial. Tidak hanya rumah warga, titik-titik strategis seperti balai desa dan ruang publik juga dipasangi wifi gratis, menjadikan desa lebih terhubung secara digital.
“Pelanggan juga menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap layanan ini, mencapai 73%,” kata Wawan.
Layanan ini bahkan menjadi salah satu alasan BUMDes masuk 15 besar Desa BRILian pada 2023 lalu.
Transformasi digital yang dilakukan BUMDes berhasil menciptakan desa yang lebih melek teknologi dan produktif. Akses terhadap informasi, layanan publik, dan peluang usaha menjadi lebih terbuka, membuktikan bahwa desa pun mampu melakukan digitalisasi dengan cepat dan efisien.
BRI Beri Dukungan Pelatihan, Keuangan Digital dan Penguatan Ekosistem Usaha
Program Desa BRILian tidak hanya mendorong digitalisasi, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di desa. BUMDes Tamanmartani bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan pelatihan intensif tentang keuangan, manajemen, dan pengembangan UMKM.
“Kami mengikuti pelatihan offline lebih dari satu minggu bersama KWT Tamanmartani,” ungkap Yani, pria 44 tahun ketika ditemui di kesempatan yang sama.
Pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya berbagai unit usaha kecil berbasis rumah tangga yang sekarang menjadi bagian dari ekosistem usaha desa.
Salah satu hasil dari digitalisasi keuangan adalah penggunaan aplikasi BRImo dan QRIS dalam sistem pembayaran desa. Warga kini dapat membayar tagihan sampah dan internet tanpa uang tunai, sebuah langkah yang tidak terpikirkan sebelumnya di lingkungan desa.
Sebagai apresiasi atas pencapaiannya, BUMDes mendapat dana hibah Rp10 juta yang digunakan sebagai modal usaha baru, termasuk proyek bumi perkemahan serta pengadaan barang untuk sekolah. Ini menunjukkan bahwa setiap penghargaan langsung dikonversi menjadi pembangunan nyata.
Tidak hanya berorientasi pada profit, BUMDes juga menjalankan program sosial seperti beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi bagi warga kurang mampu. Prinsip Corporate Social Responsibility (CSR) ini menjadikan usaha desa semakin inklusif dan berkelanjutan.
Keberhasilan Tamanmartani menembus 15 besar nasional Desa BRILian 2023 tak lepas dari kekompakan tim internal, sinergi dengan pemerintah desa, serta kepercayaan penuh dari masyarakat.
Harapan Masa Depan: Inovasi Berkelanjutan untuk Desa Mandiri
Ke depan, BUMDes Tamanmartani berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha berbasis inovasi dan kebutuhan lokal. Salah satu mimpi terbesar mereka adalah memiliki truk sampah sendiri agar pengelolaan bisa dilakukan lebih efisien dan mandiri. Langkah ini dinilai akan mempercepat pelayanan dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.
“Mudah-mudahan ke depan kita bisa memiliki truk sampah sendiri dan terus berkolaborasi dengan program-program BRI,” ujar Wawan.
Program lingkungan juga akan ditingkatkan, terutama dengan rencana mengolah sampah plastik menjadi genteng atau bahan bangunan alternatif. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan produk bernilai jual tinggi.
Di sektor keuangan, BUMDes tengah menyiapkan ekspansi layanan BRILink yang akan dikelola langsung oleh tim internal. Langkah ini akan memperluas jangkauan layanan digital dan memperkuat inklusi keuangan di tingkat desa.
Dengan struktur organisasi yang solid, mulai dari tim internet, pengelola sampah, hingga tim operasional dan kebudayaan, BUMDes Tamanmartani menjelma sebagai pionir desa modern. Semua bergerak dengan satu visi: menjadikan desa sebagai pusat inovasi dan kesejahteraan.
Dengan landasan kuat yang telah dibangun sejak 2014, BUMDes Tamanmartani menunjukkan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi, pemberdayaan, dan kemandirian ekonomi yang layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Apa Itu Program Desa BRILiaN?
Desa BRILiaN adalah program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh Bank BRI. Program ini memiliki tujuan untuk menghasilkan role model dalam pengembangan desa. Program Desa BRILiaN fokus pada penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan (sustainability). Berikut detail kombinasi 4 aspek yang ingin dijalankan dalam Desa BRILiaN:
- BUM Desa: terdapat BUMDes aktif sebagai penggerak ekonomi desa.
- Digitalisasi: digitalisasi yang terimplementasi di desa, termasuk keuangan digital dan pemanfaatan produk-produk digital BRI.
- Innovation: desa yang kreatif dalam memecahkan permasalahan kemasyarakatan dan sosial desa.
- Sustainability: desa tangguh yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor usaha unggulan desanya secara berkesinambungan.
Pada tahun 2023, Desa Tamanmartani resmi bergabung dalam program Desa BRILiaN, sebuah inisiatif pemberdayaan desa dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program ini diikuti oleh sekitar 1.000 desa dari seluruh Indonesia yang tersebar dalam tiga gelombang (batch) pelatihan.
Mengutip situs resmi BRI, setiap desa peserta menjalani pelatihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Dalam periode tersebut, mereka mengikuti 11 sesi kelas daring yang membahas berbagai topik strategis, mulai dari Leadership & Penguasaan Kompetensi, Kelembagaan Desa dan BUMDes, Kewirausahaan, Inovasi Desa, Digitalisasi Desa, Teknik Komunikasi, hingga materi tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa.
Usai pelatihan batch 3 yang berakhir pada pertengahan Oktober 2023 lalu, BRI menetapkan 40 desa terbaik dari setiap gelombang. Dari jumlah tersebut, 15 desa terpilih akan menerima pendampingan langsung dari Universitas Padjadjaran dan BRI. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu desa-desa tersebut dalam menggali potensi lokal, memecahkan berbagai tantangan, dan menciptakan solusi yang aplikatif serta berkelanjutan.
Program Desa BRILiaN sendiri dirancang untuk mencetak desa-desa unggulan yang mampu menjadi inspirasi bagi pembangunan desa di Indonesia. Melalui kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif, desa-desa ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lokal secara maksimal dengan pendekatan yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
“Semoga hal ini menginspirasi desa-desa lain untuk memajukan desanya. Karena yang menjadi concern BRI di dalam kegiatan ini, Desa BRILian bisa bergerak untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di desa. Di mana seluruh masyarakat desa bisa mengakses kebutuhan perbankan serta mendapatkan financial advisory melalui pojok mantri,” mengutip rilis berjudul “3,718 Desa Aktif Berkomitmen untuk Maju! Ini Desa BRILiaN Terbaik yang Siap Bersaing di Nugraha Karya 2023” yang diunggah situs BRI pada Kamis (26/10/2023).
Daftar Desa BRILian Terbaik yang Bersaing di Nugraha Karya 2023
Batch 1 (Total Partisipasi: 266 Desa)
1. Desa Indrajaya (Tasikmalaya, Jawa Barat)
2. Desa Plumpungrejo (Blitar, Jawa Timur)
3. Desa Jabung (Magetan, Jawa Timur)
4. Desa Ngoran (Blitar, Jawa Timur)
5. Desa Mlowokarangtalun (Grobogan, Jawa Tengah)
6. Desa Sikapat (Banyumas, Jawa Tengah)
7. Desa Bansari (Temanggung, Jawa Tengah)
8. Desa Karangsambung (Kebumen, Jawa Tengah)
9. Desa Janti (Klaten, Jawa Tengah)
10. Desa Kedarpan (Purbalingga, Jawa Tengah)
11. Desa Sambak (Magelang, Jawa Tengah)
12. Desa Tamanmartani (Sleman, D.I. Yogyakarta)
13. Desa Erorejo (Wonosobo, Jawa Tengah)
14. Desa Sukomulyo (Gresik, Jawa Timur)
15. Desa Somosari (Jepara, Jawa Tengah)
Batch 2 (Total Partisipasi: 395 desa)
1. Desa Padang Panjang (Tabalong, Kalimantan Selatan)
2. Desa Bongan (Tabanan, Bali)
3. Desa Besan (Klungkung, Bali)
4. Desa Kukuh (Tabanan, Bali)
5. Desa Tejakula (Buleleng, Bali)
6. Desa Keliki (Gianyar, Bali)
7. Desa Angseri (Tabanan, Bali)
8. Desa Paccellekang (Gowa, Sulawesi Selatan)
9. Desa Daenaa (Gorontalo, Gorontalo)
10. Desa Nagari Sikabu-kabu (Lima Puluh Kota, Sumatera Barat)
11. Desa Nagari Taram (Lima Puluh Kota, Sumatera Barat)
12. Desa Nagari Sumpur (Tanah Datar, Sumatera Barat)
13. Desa Tegal Mulyo (Musi Banyuasin, Sumatera Selatan)
14. Desa Ibru (Muaro Jambi, Jambi)
15. Desa Air Lengit (Riau, Kepulauan Riau)
Batch 3 (Total Partisipasi: 335 Desa)
1. Desa Larep (Semarang, Jawa Tengah)
2. Desa Cikaso (Kuningan, Jawa Barat)
3. Desa Cisantana (Kuningan, Jawa Barat)
4. Desa Kalibaru (Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan)
5. Desa Rembul (Tegal, Jawa Tengah)
6. Desa Ledokombo (Jember, Jawa Timur)
7. Desa Sarimanis (Karo, Sumatera Utara)
8. Desa Gunung Malang (Situbondo, Jawa Timur)
9. Desa Banyumas (Pringsewu, Lampung)
10. Desa Mekarwangi (Pandeglang, Banten)
11. Desa Kelawi (Lampung Selatan, Lampung)
12. Desa Lenteng Barat (Sumenep, Jawa Timur)
13. Desa Puubunga (Kolaka, Sulawesi Tenggara)
14. Desa Nepo (Barru, Sulawesi Selatan)
15. Desa Sondregeasi (Nias Selatan, Sumatera Utara)
Program Desa BRILiaN 2025 Kini Dibuka, Ayo Daftar!
Bank BRI kembali membuka pendaftaran program Desa BRILiaN 2025. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen dalam mendukung agenda pembangunan nasional Astacita pemerintah yang berfokus pada pengembangan desa.
Program ini bertujuan untuk mendorong pemerataan ekonomi serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di tingkat akar rumput. Mengutip situs resmi BRI, hingga akhir September 2024 tercatat ada 3.957 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.
Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI, M. Candra Utama, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen BRI dalam mendorong pengembangan desa melalui pendekatan berbasis komunitas dan pemanfaatan teknologi.
“Melalui Desa BRILiaN, kami ingin mendorong desa-desa di Indonesia agar semakin mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokalnya dengan dukungan ekosistem keuangan digital BRI,” kata Candra dalam keterangan resminya pada Rabu (5/3/2025) mengutip ANTARA.
Berikut syarat desa yang bisa ikut program Desa BRILiaN antara lain:
• Belum pernah ikut Desa BRILiaN
• BUMDesa aktif dan punya usaha produktif
• BUMDes bersedia jadi AgenBRILink
• BUMDes punya rekening simpanan di BRI (Simpedes BUMDes)
• Memiliki produk unggulan desa (Prukades), baik UMKM maupun kelompok usaha
• Mengisi dan menandatangani formulir kesediaan mengikuti program Desa BRILiaN dari kepala desa dan perwakilan desa
Peserta
1. Kepala Desa atau perangkat desa
2. Direktur BUM Desa & Pengurus BUM Desa
3. Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau Tokoh Masyarakat
4. Perwakilan kelompok Usaha (Klaster)
5. Pelaku Usaha Muda (Karang Taruna, Pokdarwis dan sejenisnya)
Manfaat Desa Mengikuti Program Desa BRILiaN 2025:
1. Pelatihan Online gratis untuk memajukan desa.
2. Kapasitas dan Kapabilitas manajemen desa meningkat.
3. Pendampingan secara langsung bagi desa terpilih.
4. Berkesempatan mendapatkan hadiah hingga jutaan rupiah
5. Berkesempatan menjadi pemenang di Acara Nugraha Karya Desa BRILiaN
Pendaftaran bisa dilakukan di Kantor BRI Unit terdekat dan Mantri BRI Unit akan membantu pendaftaran.