Kepala Desa Trawas, Wulyono, mengaku bangga dengan kehidupan masyarakat di sana. Khususnya kegiatan perputaran ekonomi yang berkelanjutan.
Desa Trawas di Mojokerto dikaruniai banyak potensi alam. Mulai dari pertanian, kebun kopi hingga budidaya jamur tiram.
Semangat masyarakatnya juga tak kalah hebat. Mereka mampu berkolaborasi untuk membangun Desa Trawas agar semakin sejahtera.
Advertisement
Kepala Desa Trawas, Wulyono, mengaku bangga dengan kehidupan masyarakat.
Khususnya kegiatan perputaran ekonomi yang berkelanjutan. "Perekonomian di Desa Trawas berputar, mulai dari petani hingga dimanfaatkan warganya sendiri,"
kata Wulyono kepada merdeka.com.
Advertisement
Wulyono menjelaskan, mulai hasil tani, perkebunan kopi hingga budidaya jamur tiram mampu diolah sendiri oleh masyarakat.
Tidak sedikit produk hasil warga Desa Trawas mampu menembus pasar wilayah Jawa Timur.
Salah satu produk unggulan Desa Trawas adalah budidaya jamur tiram. Johari, seorang petani jamur tiram, mengaku setiap pagi mampu panen hingga puluhan kilogram dari dua lokasi budidaya miliknya.
Advertisement
Keberhasilan dan inovasi Desa Trawas membuat wilayah ini meraih penghargaan Desa BRILian dari BRI.
Program Desa BRILian 2022 untuk Desa Trawas diperoleh berkat inovasi yang terus dihadirkan masyarakat desa. Mulai dari kopi, jamur tiram, pengelolaah air minum hingga sampah yang difasilitasi BUMDes Argo.
Advertisement
Kehadiran BUMDes Argo di Desa Trawas berdampak langsung dalam pembangunan desa, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui BUMDes, terdapat empat unit usaha yang dikelola yakni Unit Jasa Pengelolaan Air Minum Desa, Unit Usaha Pengelolaan Sampah, Unit Usaha Pengelolaan Wisata dan Kios, dan Unit Simpan Pinjam dan Kemitraan.
Advertisement
Di sisi lain, saat ini Desa Trawas juga tengah mengembangkan pariwisata di Bukit Bulak Songkro. Salah satu adalah menghadirkan wisata paralayang dan camping ground yang diharapkan mendongkrak perekonomian desa.