Anti Banjir dan Tahan Gempa, Ini Keunikan Rumah Apung Tambaklorok di Semarang
Rumah apung ini telah rampung dibangun dan diresmikan pada tahun 2016 silam
Rumah apung ini telah rampung dibangun dan diresmikan pada tahun 2016 silam
Anti Banjir dan Tahan Gempa, Ini Keunikan Rumah Apung Tambaklorok di Semarang
Di pesisir Kota Semarang, terdapat sebuah rumah unik yang mengapung di atas air. Namanya rumah apung Tambaklorok.
Rumah apung ini telah rampung dibangun dan diresmikan pada tahun 2016 silam. Namun saat itu perawatan dan pengelolaannya masih berada di bawah Kementerian PUPR.
Rumah ini menjadi contoh konstruksi rumah di wilayah pasang surut yang anti banjir dan gempa karena bisa mengapung mengikuti tinggi permukaan air.
Rumah apung ini merupakan rumah tanpa pondasi. Struktur rumah berdiri dengan alas tongkang yang mengapung di atas permukaan air. Rumah yang dibangun dengan anggaran Rp1 miliar itu merupakan eksperimen dari Kementerian PUPR.
“Maintenance rumah ini juga sangat murah. Jadi selama delapan tahun ini tidak ada indikasi keretakan apa-apa untuk fondasinya. Walaupun ini masih tahap uji coba, tapi setelah berjalan delapan tahun, fondasinya masih baik,” kata KA Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur PUPR, Panji Krisna.
Pada tahun 2024 ini, Kementerian PUPR menyerahkan asset rumah apung itu pada Pemkot Semarang. Sesuai rencananya rumah apung itu akan digunakan untuk fasilitas umum dan sosial seperti tempat pertemuan warga.
Sedangkan di lantai dua rumah tersebut digunakan sebagai perpustakaan anak. Dengan penyerahan asset itu pemeliharaan dan pengelolaan rumah apung seutuhnya menjadi tanggung jawab Pemkot Semarang.
Pemkot Semarang sendiri belum tahu nantinya rumah apung itu akan dijadikan sebagai apa. Namun salah satu alternatif, rumah tersebut akan digunakan sebagai obyek wisata.
“Setelah diserahkan harus dipercantik. Karena ini masih kosong. Saya minta yang pertama ada WiFi. Jadi kalau orang ke sini yang mau datang anak-anak yang mau baca buku di atas. Tapi yang lain tidak bisa memanfaatkan,” kata Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dikutip dari YouTube Liputan6 pada Jumat (31/5).
Di Indonesia, teknologi rumah apung sendiri sebenarnya bukanlah hal baru. Selama ratusan tahun rumah apung ini dikenal oleh masyarakat yang hidup di sepanjang sungai-sungai besar Sumatra dan Kalimantan.
Rumah apung itu beralaskan drum berisi udara yang ditambatkan ke tiang yang ditancapkan di pinggir sungai.
Dengan cara ini, meski muka air sungai naik, penghuni rumah apung tidak akan bisa merasakan kebanjiran karena rumah akan mengapung mengikuti naiknya permukaan air.