Uniknya Curug Bibijilan di Sukabumi, Air Terjun yang Bisa Dipanjat
Curug Bibijilan memang berbeda karena air terjunnya bisa dipanjat.
Curug Bibijilan memang berbeda karena air terjunnya bisa dipanjat.
Uniknya Curug Bibijilan di Sukabumi, Air Terjun yang Bisa Dipanjat
Curug Bibijilan jadi spot wisata alam yang sayang dilewatkan saat bertandang ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tak sekedar berendam di bawah limpahan air, karena pengunjung bisa turut memanjatnya.
Curug yang terletak di Kampung Lebak Nangka, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung ini memang berbeda dari kebanyakan air terjun. Ini karena tebing tempat keluarnya air memiliki bentuk berundak sehingga bisa dipanjat.
Namun untuk naik harus didampingi tim khusus yang tersertifikasi karena risiko kecelakaan air cukup tinggi jika tanpa alat pelindung diri.
Airnya Segar Melimpah
Mengutip Instagram @jawabarat.banget, air di Curug Bibijilan terbilang melimpah dan hadir di tengah kawasan hutan Kampung Lebak Nangka yang syahdu.
Lokasinya terletak di kawasan hutan yang masih alami.
Berasal dari Sumber Air di Nyalindung
Air Curug Bibijilan dipercaya berasal dari perbukitan karst kawasan Gua Buniayu.
Di dalam tebing konon terdapat sumber air, yang kemudian mengalir ke sungai dan jatuh di kawasan sungai Lebak Nangka.
Lokasinya mudah diakses karena dekat dari jalan utama Nyalindung serta hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer. Penamaan bibijilan berasal dari bahasa Sunda yang artinya muncul dan air ini muncul dari kawasan tebing karst.
Memiliki 7 Tingkat
Mengutip laman Jejaring Desa Wisata atau Jadesta, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Curug Bibijilan diketahui memiliki 7 tingkatan air terjun.
Dari tujuh undakan ini hanya empat yang bisa dinaiki secara aman, sisanya harus dilakukan pendampingan oleh tim khusus.
Tim tersebut merupakan guide yang sudah terverifikasi dari BNSP dan Sertifikasi dari Federasi Speleologi.
Sensasi Memanjat Air Terjun
Daya tarik utama di sini adalah memanjat dinding curug yang terpantau landai dan berundak. Sebelum melakukan pendakian, pengunjung perlu memakai alat pelindung diri berstandar internasional agar tidak terjadi kecelakaan air.
Kegiatan bernama shower climbing ini diawali dengan trekking ke hutan yang masih alami untuk mencapai titik mulai air terjun. Kemudian pendamping akan menaiki tebing terlebih dahulu, dan membantu pengunjung merasakan sensasi memanjat dinding curug.
Selain memuaskan rasa ingin membasahi diri, menjajal shower climbing juga bisa memacu adrenalin bagi para penyuka olahraga ekstrem.
Melompat dari Atas Bebatuan
Selain shower climbing, pengunjung juga bisa menikmati sensasi bermain air dengan cara melompat dari atas bebatuan.
Di bawahnya sudah tersedia sungai yang aman untuk kegiatan ini, namun tetap mengutamakan keselamatan.
Untuk harga tiketnya sebesar Rp8 ribu per orang, ditambah biaya parkir untuk roda dua Rp5 ribu dan roda empat Rp10 ribu. Curug Bibijilan buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.