Bebatuan Unik Peninggalan Zaman Purba di Pandeglang Ini Berbentuk Gamelan, Ini Keunikan Situs Batu Goong
Sisi menarik dari tempat ini adalah pada bebatuannya yang memiliki kemiripan dengan salah satu perangkat gamelan.
Sisi menarik dari tempat ini adalah pada bebatuannya yang memiliki kemiripan dengan salah satu perangkat gamelan.
Bebatuan Unik Peninggalan Zaman Purba di Pandeglang Ini Berbentuk Gamelan, Ini Keunikan Situs Batu Goong
Di Kabupaten Pandeglang ada banyak lokasi unik, salah satunya Situs Batu Goong di Kampung Cigadung, Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari. Sisi menarik dari tempat ini adalah pada bebatuannya yang memiliki kemiripan dengan salah satu perangkat gamelan.
Jika dilihat sekilas, situs bersejarah Batu Goong memang tampak seperti peninggalan masa purbakala lainnya yang berupa hamparan batu. Namun saat diamati dengan jelas, bebatuan ini ternyata memiliki bentuk seperti alat musik tradisional tersebut.
Dari bentuk yang tak biasa itu kemudian muncul pertanyaan terkait asal usulnya, namun seluruhnya masih belum terjawab dan masih perlu penelitian lebih lanjut agar misterinya terpecahkan.
Berjarak sekitar 26 kilometer dari pusat kota Kabupaten Pandeglang, situs ini bisa jadi alternatif wisata edukasi dengan nilai sejarah tinggi.
Punya Bentuk Mirip Gamelan
Menukil dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, situs batu Goong di Cigadung, Sukasari, memang memiliki bentuk yang mirip dengan gamelan.
Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Namun bukan seperangkat, melainkan salah satu instrumennya yakni kenong.
Ini terlihat dari bentuk fisiknya yakni bulat silindris, dengan bagian atas yang sedikit cembung sehingga mirip dengan alat musik logam.
Namun, tidak semua batu di situs memiliki bentuk mirip gamelan karena sisanya lebih banyak seperti bebatuan silindris biasa tanpa motif apapun.
Dibuat oleh Bangsa Megalitik
Situs ini sebelumnya diteliti pada 1995 lalu oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) Serang, yang saat ini bernama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten melalui kegiatan ekskavasi, pendataan, pemetaan dan penyelamatan lokasi situs pada tahun 1996
Saat itu, ditemukan fakta bahwa Situs Batu Goong merupakan kompleks punden berundak yang merekayasa bentukan alam. Artinya, kebudayaan orang di masa purba batu mengubah bebatuan menjadi bentuk yang saat ini mirip dengan saron gamelan.
Ini berarti, situs Batu Goong sudah berusia jutaan tahun dan kemudian digunakan hingga beberapa masa setelahnya.
Membentuk Formasi Temu Gelang
Di kompleks Batu Goong, terdapat beberapa artefak, termasuk dua belas batu yang berkumpul dalam satu kelompok.
Foto: Youtube SPI FUDA UIN Banten
Saat ini, batu-batu tersebut dilindungi oleh sebuah cungkup berukuran 5,3 meter x 5,3 meter.
Di bagian tengah, berdiri satu menhir yang dikelilingi oleh sepuluh batu silinder (palinggih) dengan bidang atas yang rata, dan satu artefak berbentuk gong kecil (kenong).
Menhir di tengah-tengah ini tampaknya berfungsi sebagai pusat, sementara batu-batu lainnya ditempatkan mengelilingi pusat tersebut, membentuk formasi yang dikenal sebagai "temu gelang" yang umum ditemukan pada masa tradisi megalitik.
Selain dua belas batu tersebut, ada satu artefak batu yang terletak di luar cungkup, namun masih terpendam.
Peninggalan Lain di Situs Batu Goong
Jadi, secara keseluruhan ada lima belas batu di Kompleks Batu Goong yang sampai sekarang masih memiliki bentuk yang terlihat jelas.
Beberapa batu diduga masih terbenam di dalam tanah, dan akan terus dilakukan upaya pengembangan agar situs Batu Goong menjadi jelas terkait asal usulnya.
Selain bebatuan, di Kawasan Bukit Kaduguling tersebut juga ditemukan beberapa fragmen keramik asing dari masa Dinasti Song (abad ke-12), Dinasti Ming (abad ke-15), dan dari Thailand (abad ke-14), serta kaki arca yang diyakini berasal dari masa klasik (Sudarti, 2013).