Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kisah Gunung Wayang di Garut, Bentuknya Mirip Bongkahan Besar dan Kerap Terdengar Suara Gamelan

Kisah Gunung Wayang di Garut, Bentuknya Mirip Bongkahan Besar dan Kerap Terdengar Suara Gamelan

Konon di malam Selasa dan malam Jumat kerap terdengar sayup-sayup suara gamelan Sunda pengiring wayang golek.

Kisah Gunung Wayang di Garut, Bentuknya Mirip Bongkahan Besar dan Kerap Terdengar Suara Gamelan

Di ruas Jalan Pakenjeng – Bungbunglang, Kabupaten Garut, terdapat sebuah bukit bernama Gunung Wayang. Lokasi ini dianggap sakral oleh warga setempat karena cerita turun temurunnya. Konon di malam-malam tertentu kerap terdengar sayup-sayup suara gamelan Sunda pengiring pertunjukkan wayang golek.

Hingga sekarang, kisah dari Gunung Wayang ini dikenal melegenda di kalangan masyarakat sekitar.

Banyak yang percaya jika gamelan yang terdengar berasal dari pementasan tak kasat mata oleh para leluhur.

Di luar itu, tempat ini juga memiliki daya tarik tersendiri, dengan keindahan bukit yang menyerupai bongkahan raksasa.

Punya bentuk yang unik

Mengutip kanal YouTube Adrasa ID, Gunung Wayang memang tidak seperti namanya karena hanya menyerupai bukit. Bentuknya juga unik, yakni mirip bongkahan besar, dengan pepohonan lebat di bagian atasnya.

Bukit ini berada persis di pinggir jalan, dan cukup tinggi menjulang.

Yang menarik, berkilo-kilometer sebelum sampai, penampakan Gunung Wayang sudah bisa dilihat secara jelas dan besar.

Kerap terdengar suara gamelan Sunda

Kerap terdengar suara gamelan Sunda

Keindahan Gunung Wayang rupanya menyimpan kisah misteri yang selama ini dipercaya oleh masyarakat sepuh setempat.

Konon di masa silam, lokasi ini kerap dijadikan sebagai tempat pementasan wayang golek. Tokoh yang mementaskannya adalah seorang dalang bernama Mbah Dalem Dharmawayang dan sinden Nyimas Kencering.

Saat sebelum ramai seperti sekarang, kedua tokoh karuhun (nenek moyang) ini kerap mengadakan pementasan di sana setiap malam Selasa dan malam Jumat.

Diyakini warga bahwa di dua malam ini suara gamelan dari puncak kerap terdengar sayup-sayup.

Terlarang untuk melintas di depan Gunung Wayang

Di zaman dahulu, jalur di depan Gunung Wayang juga dipercaya mampu menggagalkan pementasan wayang golek.

Rombongan pementasan wayang golek pun banyak menghindari jalur ini karena akan membuat acara gagal terlaksana.

“Kalau ingin pementasan berhasil, berdoa dulu, memohon ke Gusti Allah di Gunung Wayang, kalau tidak, tidak jadi (pentasnya),” kata salah satu tokoh setempat, Tasdik, mengutip YouTube Hadewe Channel.

Tempat Sakral untuk Pementasan Wayang

Tempat Sakral untuk Pementasan Wayang

Menurut beberapa sumber, Gunung Wayang memiliki arti sebagai tempat pementasan wayang yang sakral di masa lampau.

Gambar tokoh setempat, Tasdik: YouTube Hadewe Channel

Kemudian nama wayang juga merujuk ke tempat melintasnya angin yang cukup besar dan terbentur di dinding gunung batu.

Dalam bahasa Sunda, “Wa” memiliki arti angin, sedangkan “Yang” berarti sanghyang atau dewa.
Dewa angin yang dimaksud adalah angin besar yang melintas dan menabrak dinding Gunung Wayang.

Jadi tempat untuk beristirahat

Di zaman sekarang, cerita suara gamelan Sunda wayang perlahan menghilang. Lokasi ini pun sudah dipadati penduduk, bahkan dijadikan destinasi wisata oleh warga lokal.

Banyak pengendara yang menyempatkan diri untuk beristirahat di sekitar Gunung Wayang saat melakukan perjalanan.

Mereka biasa menikmati makanan maupun kopi, di warung-warung sekitar yang menghadap ke Gunung Wayang.

Jika tertarik melihat Gunung Wayang, lokasinya ada di Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng, Garut.

Dangdut dan Gamelan Ajeng jadi Warisan Budaya Tak Benda Baru DKI Jakarta
Dangdut dan Gamelan Ajeng jadi Warisan Budaya Tak Benda Baru DKI Jakarta

Penetapan Dangdut dan Gamelan Ajeng sebagai warisan budaya tak benda menjadi tonggak bersejarah bagi Provinsi DKI Jakarta.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ratusan Warga Tangerang Selatan Gabung Barisan Dukung Ganjar di Pilpres 2024
Ratusan Warga Tangerang Selatan Gabung Barisan Dukung Ganjar di Pilpres 2024

Dukungan dari berbagai kalangan kepada bakal Capres Ganjar terus mengalir.

Baca Selengkapnya icon-hand
Turap Penahan Tebing di Taman Margasatwa Ragunan Jebol Akibat Curah Hujan Tinggi
Turap Penahan Tebing di Taman Margasatwa Ragunan Jebol Akibat Curah Hujan Tinggi

Longsor diduga akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu kemarin.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kebakaran Hutan Muncul di Lereng Gunung Semeru
Kebakaran Hutan Muncul di Lereng Gunung Semeru

Asap terpantau dari lereng Gunung Semeru. Diduga akibat kelalaian warga dan cuaca kering.

Baca Selengkapnya icon-hand
Sejumlah Cara Agar Kita Tidak Bangun dalam Kondisi Mulut Kering
Sejumlah Cara Agar Kita Tidak Bangun dalam Kondisi Mulut Kering

Sejumlah cara bisa diakukan untuk mencegah terbangun dalam kondisi tenggorokan kering dan dahaga.

Baca Selengkapnya icon-hand
Malang Nasib Empat Warga di Garut, Tertimpa Pohon saat Berteduh hingga Terseret ke Bawah Tebing
Malang Nasib Empat Warga di Garut, Tertimpa Pohon saat Berteduh hingga Terseret ke Bawah Tebing

Empat orang warga Garut diketahui meninggal dunia saat tengah berburu di kawasan Gunung Cikolak.

Baca Selengkapnya icon-hand
Warung Tertinggi di Atas Gunung Sampah Bantargebang, Dagangan Dipenuhi Lalat
Warung Tertinggi di Atas Gunung Sampah Bantargebang, Dagangan Dipenuhi Lalat

Warung yang mengikuti kemana pemulung bekerja. Warung ini bisa menghasilkan cuan hingga Ro900 ribu sehari.

Baca Selengkapnya icon-hand
Warga di Bogor Gelar Pawai Dongdang, Bentuk Syukur Nikmat Kemerdekaan
Warga di Bogor Gelar Pawai Dongdang, Bentuk Syukur Nikmat Kemerdekaan

Pawai Dongdang dimeriahkan arak-arakan hasil bumi dan makanan yang dihias dalam beraneka bentuk dengan diiringi suara kendang, angklung dan pukulan lesung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Uang Sering Hilang, Warga Lamongan Curiga Ada Orang Pelihara Tuyul
Uang Sering Hilang, Warga Lamongan Curiga Ada Orang Pelihara Tuyul

Korban uang hilang di Lamongan ini tak cuma satu orang saja. Korban malah memasang spaduk ini.

Baca Selengkapnya icon-hand