Sosok Santo Nicholas, Asal Usul Lahirnya Santa Claus atau Sinterklas
Sinterklas, atau Santa Claus, adalah sosok ikonik yang identik dengan perayaan Natal.
Sinterklas, atau Santa Claus, adalah sosok ikonik yang identik dengan perayaan Natal. Sinterklas adalah sosok pria pria periang berbaju merah putih dan berjanggut lebat yang membawa hadiah untuk anak-anak di malam Natal.
Lantas, bagaimana asal-usul Sinterklas?
Asal-usul Sinterklas dapat ditelusuri kembali ke Santo Nicholas, seorang uskup dari Myra, Turki yang lahir sekitar tahun 280 M. Santo Nicholas dikenal sebagai sosok yang dermawan dan umat Kristen yang religius.
Dikatakan bahwa ia menyumbangkan semua kekayaannya yang diwarisi dan melakukan perjalanan ke pedesaan untuk membantu orang miskin dan orang sakit.
Salah satu cerita Nicholas yang paling terkenal adalah saat ia menyelamatkan tiga saudara perempuan miskin dari penjualan menjadi budak atau pelacuran oleh ayah mereka dengan memberi mereka mas kawin sehingga mereka dapat menikah.
Asal Muasal Santa Claus
Selama bertahun-tahun, nama Santo Nicholas semakin dikenal luas karena kebaikannya. Ia kerap dijadikan sebagai rujukan orang baik atau orang pelindung bagi orang-orang yang membutuhkan.
Oleh karena itu, hari wafat Nicholas dijadikan sebagai hari rayanya, di mana orang-orang berkumpul untuk memperingati hari kematiannya pada tanggal 6 Desember.
Legenda tentang Santo Nicholas terus berkembang hingga melahirkan sosok Sinterklas yang dikenal luas hingga kini. Pada abad ke-9, masyarakat Belanda mulai mengadopsi tokoh Sinterklas sebagai pembawa hadiah bagi anak-anak yang berperilaku baik.
Nama 'Santa Claus' berasal dari nama Belanda untuk Santo Nikolas, yaitu Sinter Klaas, yang merupakan singkatan dari Sint Nikolaas. Kemudian, pada akhir abad ke-18, Sinterklas mulai dikenal di Amerika Serikat.
Sosok Baik Hati dan Penolong
Sejak saat itu Sinterklas menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menjadi bagian penting dari perayaan Natal, terutama sebagai simbol yang membagikan hadiah kepada anak-anak yang berperilaku baik.
Dari sosok baik hati dan sering menolong inilah kemudian tercipta karakter Sinterklas atau Santa Claus. Tradisi ini sebenarnya mengajarkan nilai-nilai moral, seperti berbuat baik dan bermurah hati kepada sesama, dengan harapan bahwa kebaikan tersebut akan kembali kepada mereka.
Dalam konteks ini, hadiah dari Sinterklas menjadi simbol penghargaan atas sikap baik yang ditunjukkan. Karena pesan-pesan positif yang dibawanya, Sinterklas selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal, sebuah tradisi yang terus hidup hingga kini.
Reporter Magang: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti