Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
Sejarah rupanya memiliki beragam pengertian atau definisi dari para ahli.
Sejarah memiliki beragam pengertian atau definisi dari para ahli. Meskipun demikian, secara etimologi, sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun, yang berarti ‘pohon’ mencerminkan hubungan antar peristiwa secara kronologis, layaknya cabang-cabang yang saling terkait dalam pohon kehidupan.
Perspektif ini menunjukkan bahwa sejarah bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga cara kita memahami dan menghubungkan peristiwa secara menyeluruh.
Sedangkan dalam bahasa Yunani, historia, yang berarti ilmu. Dalam bahasa Inggris, istilah ini dikenal sebagai history, yang merujuk pada masa lalu.
Sementara dalam bahasa Jerman disebut geschichte, yang berarti sesuatu yang telah terjadi.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian sejarah menyangkut waktu dan peristiwa. Lantas, bagaimana pengertian sejarah menurut pendapat para ahli?
Sejarawan Yunani Kuno
Menurut Herodotus, sejarawan Yunani Kuno yang dijuluki sebagai Bapak Sejarah Dunia, berpendapat bahwa sejarah adalah satu kajian perputaran jatuh bangunnya masyarakat dan peradaban.
Ibnu Khaldun, sejarawan muslim asal Tunisia, mendefinisikan sejarah sebagai catatan mengenai masyarakat, umat manusia, atau peradaban dunia, termasuk perubahan-perubahan yang terjadi dalam watak masyarakat.
Pendapat ini dituangkannya dalam karyanya yang berjudul Mukadimah. Selanjutnya, Robin George Collingwood, seorang filsuf, sejarawan, dan arkeolog asal Inggris, berpendapat sejarah adalah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang dilakukan manusia pada masa lalu.
Menurutnya, sejarah bersifat ilmiah, di mana sejarah berfungsi untuk memahami tindakan manusia di masa lalu sekaligus mempelajari hakikat manusia.
Versi Indonesia
Para tokoh tanah air juga turut memberikan pendapat mereka mengenai pengertian atau definisi sejarah, antara lain yakni Mohammad Yamin, Kuntowijoyo, Nugroho Notosusanto, dan Moh. Ali.
Mohammad Yamin berpendapat bahwa sejarah adalah ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan peristiwa yang terjadi di masyarakat pada masa lampau yang dapat dibuktikan kenyataannya.
Menurut Kuntowijoyo, sejarah adalah rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lalu yang direkonstruksi atau membangun kembali kejadian masa lampau untuk kepentingan masa kini.
Adapun menurut Nugroho Notosusanto, sejarah merupakan perpaduan antara seni dan ilmu pengetahuan, di mana sejarah adalah peristiwa manusia sebagai makhluk bermasyarakat yang terjadi pada masa lalu. Ia juga menjelaskan bahwa sejarah memiliki dua dimensi, yaitu sebagai kisah dan sebagai peristiwa.
Tiga Aspek Utama
Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya sejarawan yang dituangkan melalui penulisan berdasarkan kejadian atau peristiwa sejarah yang telah terjadi.
Sedangkan Moh. Ali sendiri menekan pengertian sejarah dalam tiga hal, yakni: 1. Jumlah perubahan, kejadian atau peristiwa di sekitar kita; 2. Cerita perubahan, kejadian, atau peristiwa di sekitar kita; 3. Ilmu yang menyelidiki perubahan, kejadian, peristiwa di sekitar kita.
Meskipun para tokoh memiliki beragam definisi tentang sejarah, inti dari pengertian sejarah tetap berkisar pada tiga aspek utama, yaitu waktu (masa lampau), pelaku (manusia), dan peristiwa.
Dengan demikian, meskipun terdapat variasi dalam definisinya, para ahli sepakat bahwa sejarah merujuk pada peristiwa yang terjadi di masa lalu. Peristiwa tersebut dipelajari agar dapat dijadikan pelajaran, sehingga kesalahan yang sama tidak terulang di masa mendatang.
Reporter Magang: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti