Mitos Harta Karun Emas Milik Sukarno
Hingga hari ini, keberadaan emas batangan itu masih sebatas mitos yang belum terbukti kebenaran dan keberadaannya.
Pemerintah Jerman berencana menarik cadangan emas mereka yang disimpan di Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, beratnya mencapai 1.200 ton. Emas milik Jerman ini tersimpan di bawah tanah yang ada di New York, Amerika Serikat.
Bagaimana dengan Indonesia? Sempat beredar mitos yang menyebutkan bahwa Indonesia yang saat itu dipimpin Presiden Sukarno, memiliki ‘harta karun’ berupa emas batangan. Bahkan, ada orang yang berniat memburu harta karun tersebut. Namun hingga hari ini, keberadaan emas batangan itu masih sebatas mitos yang belum terbukti kebenaran dan keberadaannya.
Merdeka.com pernah mewawancarai Sejarawan Asvi Warman untuk mengklarifikasi isu tersebut. Dia tidak yakin jika Sukarno benar-benar menyimpan harta karun berupa emas.
"Semua tentang dana revolusi ini tidak jelas. Tidak tahu berapa besarnya, apakah ini benar atau tidak. Semua ini cuma isu," ujar sejarawan Asvi Warman Adam.
Dari catatan sejarah yang ada, Asvi semakin meyakini kecil kemungkinan Sukarno dan pemerintah Indonesia memiliki harta karun emas. Tahun 1960an, ada program pembangunan patung Antariksa yang sekarang dikenal sebagai patung Pancoran. Saat itu Edhi Sunarso yang memimpin proyek mengeluhkan kekurangan dana pada Sukarno. Bung Karno justru menyuruh Sunarso menjual mobilnya untuk biaya pengerjaan patung.
"Dengan contoh ini kita bisa mengambil kesimpulan, kalau Sukarno punya uang, kalau Sukarno punya uang buat apa dia menjual mobilnya segala. Cukup ambil saja dari emas itu," terang Asvi.
Asvi tidak menepis, ada harta peninggalan Sukarno yang disimpan di Istana Merdeka. Harta itu sempat didata oleh Kolonel Maulwi Saelan yang saat itu menjabat wakil komandan Tjakra Birawa.
Ada beberapa lukisan dan barang berharga milik Sukarno. Namun sayangnya tidak jelas kemana barang-barang ini setelah Bung Karno lengser. Dulu saat Sukarno meninggalkan Istana dia hanya membawa bendera pusaka.
“Bahkan hanya bersendal dan berpakaian seadanya. Nah kemana harta Sukarno yang di Istana itu? Apakah dicuri atau dimana? Ini yang harusnya diusut," kata Asvi.