Ramai Soal Style Ghibli: Ini Kata Pakar Teknologi Soal AI vs Karya Seni
Penting ada aturan yang lebih jelas terkait penggunaan AI dalam dunia kreatif, terutama soal hak cipta, perlindungan senima
KapanLagi dapat kesempatan untuk membahas perkembangan AI yang begitu masif dengan salah satu ahli yakni Bapak Alex Budiyanto, Founder Indonesia Artificial Intelligence Hub (aihub.id) sekaligus merupakan Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia. Kita banyak bertanya mengenai penggunaan AI yang saat ini begitu massive.
Membahas mengenai AI, kita bisa melihat banyak pro dan kontra di kalangan publik. Bapak Alex Budiyanto, Founder Indonesia Artificial Intelligence Hub (aihub.id) sekaligus merupakan Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia memberikan pendapatnya sebagai seorang ahli di bidang teknologi yang bisa jadi pencerahan bagi kita semua.
Tentunya banyak juga yang penasaran bagaimana tanggapan tenaga ahli di bidang Teknologi tentang fenomena AI-generate dengan style Ghibli yang sedang ramai banget di sosial media. Kira-kira apa kata Bapak Alex?
"Kalau kita lihat fenomena belakangan ini, banyak orang menggunakan AI untuk membuat gambar atau kartun bergaya Studio Ghibli. Di satu sisi, ini menunjukkan betapa kuat dan ikoniknya gaya visual Ghibli di mata dunia. Tapi di sisi lain, ini menimbulkan persoalan besar soal hak cipta dan keaslian karya.
Dengan adanya tools AI generatif, siapa saja sekarang bisa menghasilkan gambar yang mirip karya Ghibli dalam hitungan detik, tanpa harus melalui proses kreatif panjang seperti yang dilakukan oleh para animator aslinya. Bahkan, banyak karya yang beredar di internet memakai gaya Ghibli tanpa ada hubungan atau izin resmi dari Studio Ghibli sendiri. Ini jelas menjadi tantangan baru, bukan hanya dari sisi bisnis, tapi juga dari sisi penghormatan terhadap karya seni.
Menurut saya, ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, AI membuka akses kreativitas yang lebih luas. Tapi di sisi lain, juga mengaburkan batas antara karya orisinal dan karya tiruan, apalagi kalau menyangkut gaya artistik yang memiliki identitas kuat seperti Ghibli.
Ke depannya, saya rasa penting ada aturan yang lebih jelas terkait penggunaan AI dalam dunia kreatif, terutama soal hak cipta, perlindungan seniman, dan bagaimana teknologi ini digunakan secara etis. AI seharusnya menjadi alat untuk memperkaya dunia seni, bukan malah merusak penghargaan terhadap karya manusia yang penuh dedikasi," begitu penjelasan dari Bapak Alex, pencetus Indonesia Cyber Security Hub (cyberhub.id) yang diluncurkan oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara.
Artikel ini juga tayang di KapanLagi.com.