Tren terbaru di media sosial kini memungkinkan pengguna untuk mengubah foto mereka menjadi gaya animasi khas Studio Ghibli menggunakan teknologi AI. Meskipun banyak artis Indonesia yang turut berpartisipasi dalam tren ini, muncul berbagai tanggapan positif dan negatif terkait hak cipta serta etika pemanfaatan kecerdasan buatan.
Berkat bantuan alat seperti ChatGPT dan fitur image generator berbasis GPT-4, foto-foto dapat diubah menjadi karya seni yang terinspirasi oleh Studio Ghibli. Sehingga menghasilkan gambar yang estetis dan penuh nostalgia serta menarik perhatian banyak pengguna internet.
Akan tetapi, kemudahan yang ditawarkan teknologi ini juga memicu perdebatan yang cukup hangat mengenai dampak penggunaan AI terhadap seniman dan industri kreatif secara keseluruhan. Beberapa artis menyambut baik tren ini dan melihatnya sebagai kesempatan untuk berekspresi serta menciptakan karya baru.
Di sisi lain, ada juga artis yang menekankan pentingnya menghargai karya asli dan hak cipta para seniman. Perdebatan ini melibatkan tokoh besar seperti Hayao Miyazaki, pendiri Studio Ghibli, yang secara terbuka mengungkapkan kritik terhadap penggunaan AI dalam dunia animasi.
Di antara nama-nama yang terlibat dalam tren viral ini adalah Chelsea Islan dan Fendy Chow yang dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (30/3).
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement