Misteri Terungkap, Singa Punya Auman Selain Roar
Singa dikenal memiliki berbagai vokalisasi, mulai dari raungan penuh, geraman, hingga mews.
Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang vokalisasi singa Afrika. Selama ini publik hanya mengenal satu jenis raungan ikonik yang menjadi bagian dari lanskap suara Afrika dan digunakan untuk komunikasi jarak jauh.
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) menunjukkan bahwa singa memiliki satu jenis raungan lain yang tidak pernah diketahui sebelumnya temuan yang dinilai dapat membantu upaya konservasi satwa liar di masa depan, di kutip dari media iflscience, senin (24/11).
Peneliti Temukan Raungan Perantara dalam Rangkaian Suara Singa
Singa dikenal memiliki berbagai vokalisasi, mulai dari raungan penuh, geraman, hingga mews. Raungan kuat yang selama ini dianggap tunggal ternyata hanya salah satu dari empat pola panggilan yang ditemukan dalam satu rangkaian suara.
Melalui analisis AI, peneliti berhasil mengidentifikasi jenis intermediary roar atau raungan perantara suara yang sebelumnya tak pernah diklasifikasikan.
"Raungan penuh adalah ledakan suara keras, kompleks, dan naik-turun dalam nada. Raungan perantara berbeda karena lebih datar dan memiliki variasi jauh lebih sedikit," jelas Jonathan Growcott dari University of Exeter dikutip merdeka.com dari Live Science, Senin (24/11).
Penelitian dilakukan melalui pemasangan 50 perangkat rekaman selama 62 hari di Taman Nasional Nyerere, Tanzania, serta penggunaan biologger pada delapan singa di Zimbabwe untuk merekam suara langsung dari individu.
Data gabungan tersebut memungkinkan peneliti untuk menganalisis pola suara menggunakan machine learning secara mendalam dan presisi.
AI Dorong Pemantauan Populasi Satwa Liar Lebih Akurat dan Efektif
Raungan Ikonik Singa
Selama bertahun-tahun, raungan singa digunakan untuk memperkirakan populasi dan mengidentifikasi individu secara akustik. Namun, teknik tersebut bergantung pada penilaian para ahli, yang rentan bias dan tidak selalu konsisten.
"Raungan singa bukan sekadar ikonik suara itu adalah tanda unik yang dapat digunakan untuk memperkirakan populasi dan memantau individu. Pendekatan AI menjanjikan pemantauan yang lebih akurat dan lebih tidak subjektif, yang krusial dalam melindungi populasi singa yang kian menurun," ujar Growcott.
Doronga Perubahan Besar
Para peneliti mendorong perubahan besar dalam sistem konservasi global ke arah teknik akustik pasif dan analisis bioakustik.
Mereka menilai metode ini bukan hanya dapat memperkuat konservasi singa, tetapi juga diterapkan pada spesies lain yang sulit dipantau secara langsung, seperti harimau, gajah, serigala, dan paus.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar