Kenali 8 Jenis Ular yang Kerap Mencari Tempat Bertelur di Rumah saat Musim Hujan 2025
Banyak orang tidak menyadari bahwa lokasi-lokasi di rumah seperti kolong lemari, gudang, dan dapur bisa menjadi tempat yang ideal bagi ular untuk bersarang.
Dengan datangnya musim hujan 2025, terdapat peningkatan laporan mengenai ular yang memasuki rumah di berbagai wilayah di Indonesia. Perubahan iklim yang ekstrem, meningkatnya kelembapan tanah, serta populasi mangsa seperti tikus yang bertambah, membuat ular menjadi lebih aktif dalam berpindah tempat, termasuk ke area tempat tinggal manusia. Fenomena ini biasanya terjadi pada awal musim hujan, ketika ular mencari tempat yang aman dan hangat untuk bertelur.
Banyak orang tidak menyadari bahwa lokasi-lokasi di rumah seperti kolong lemari, gudang, dan dapur bisa menjadi tempat yang ideal bagi ular untuk bersarang. Lingkungan yang lembap dan tertutup memberikan rasa aman bagi reptil tersebut. Apabila situasi ini tidak diwaspadai, bisa muncul risiko gigitan, terutama jika ular merasa terganggu.
Artikel ini akan membahas 8 jenis ular yang paling sering masuk ke rumah saat musim hujan untuk bertelur, lengkap dengan ciri, perilaku, dan langkah pencegahan agar rumah tetap aman. Simak selengkapnya, dirangkum Merdeka.com, Selasa (11/11).
1. Ular Kobra
Menurut informasi yang diperoleh dari situs pengendalian ular dan hewan liar, Critter Guard, ular akan mencari lokasi yang aman untuk bertelur. Tempat-tempat yang sering dijadikan pilihan oleh hewan melata ini biasanya adalah area yang lembap, gelap, dan basah, terutama pada musim hujan. Salah satu spesies ular yang paling sering ditemukan di lokasi-lokasi tersebut adalah kobra.
Ular kobra dikenal sebagai salah satu spesies yang paling berbahaya dan sering muncul di sekitar permukiman saat hujan tiba. Ular ini cenderung keluar dari sarangnya ketika tanah di sekitarnya tergenang air, sehingga memaksanya untuk mencari tempat yang lebih kering seperti kolong rumah atau kamar mandi.
Kobra betina yang sedang mencari tempat untuk bertelur biasanya akan memilih lokasi yang tertutup, gelap, dan hangat, misalnya tumpukan pakaian, kardus, atau sela-sela perabotan. Ketika merasa terancam, ular ini bisa membuka tudungnya dan menyemburkan bisa dari jarak yang cukup jauh. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan ruangan yang lembap secara rutin.
Untuk mencegah agar kobra tidak masuk ke dalam rumah, pastikan ventilasi bawah ditutup dengan rapat dan lantai tidak dibiarkan basah dalam waktu yang lama. Selain itu, hindarilah menimbun pakaian kotor atau kain lembap yang dapat menarik perhatian ular ini.
2. Ular Tikus
Ular tikus (Ptyas mucosa) merupakan spesies ular yang tidak berbisa dan kerap dijumpai di dalam rumah. Sesuai dengan namanya, ular ini memiliki ketertarikan terhadap tikus yang sering berada di area dapur, gudang, atau atap rumah. Pada musim hujan, populasi tikus cenderung meningkat karena mereka mencari tempat yang kering, dan ular tikus pun ikut masuk untuk memburu mangsanya.
Meskipun ular ini tidak berbisa, mereka dapat menggigit jika merasa terancam atau terpojok. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan warna kecokelatan, ular ini sering kali disalahartikan sebagai ular kobra muda. Selain itu, ular tikus juga dikenal memiliki kemampuan memanjat yang baik, sehingga dapat masuk melalui ventilasi atau celah atap. Hewan melata ini cenderung menjadikan area rumah sebagai sumber makanan dan tempat berkembang biak jika merasa aman.
Oleh karena itu, langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan di dapur serta membasmi tikus secara rutin. Pastikan makanan disimpan dengan rapat dan singkirkan sisa nasi atau remah-remah yang dapat menarik perhatian hewan pengerat. Sebab, kehadiran tikus tentu akan mengundang ular tikus untuk datang.
3. Ular Hijau
Ular hijau (Trimeresurus albolabris) merupakan spesies yang umum dijumpai di kawasan tropis, termasuk di Indonesia. Dengan warna tubuh yang mencolok yaitu hijau terang, ular ini sering kali sulit untuk dikenali di antara dedaunan yang ada di sekitar rumah. Ketika terjadi hujan deras disertai angin, ular ini dapat terbawa hingga ke pekarangan atau bahkan masuk ke dalam rumah melalui jendela yang tidak tertutup.
Ular ini dikenal memiliki bisa yang berbahaya dan mampu menyerang dengan cepat, terutama jika merasa terancam. Betina dari spesies ini biasanya bertelur di tempat-tempat yang lembap seperti pot tanaman, tumpukan kayu, atau di sela-sela pagar. Karena ukurannya yang kecil, ular hijau dapat dengan mudah bersembunyi di balik tirai atau sudut lemari tanpa terlihat.
Untuk mencegah kehadirannya di dalam rumah, penting untuk memastikan bahwa jendela tertutup rapat saat hujan dan melakukan penyemprotan insektisida ringan di area taman. Hal ini bertujuan untuk mengurangi populasi katak, yang merupakan makanan utama ular hijau. Selain itu, periksa pot dan tanaman hias dengan teliti sebelum memasukkannya ke dalam rumah.
4. Ular Tanah
Ular tanah (Indotyphlops braminus) memiliki ukuran kecil dan bentuk ramping, sehingga sering kali disalahartikan sebagai cacing besar. Meskipun ular ini tidak memiliki bisa, kehadirannya bisa mengejutkan, terutama ketika muncul di area seperti kamar mandi atau dapur saat musim hujan. Mereka cenderung mencari tempat yang lembap dengan tanah yang gembur untuk bertelur dan bersembunyi.
Ular ini biasanya aktif pada malam hari setelah hujan deras, sering kali keluar dari lubang drainase atau celah-celah di lantai. Karena ukurannya yang kecil, ular ini dapat masuk ke dalam rumah tanpa terdeteksi. Meskipun tidak berbahaya, kehadiran ular tanah dapat menjadi indikator bahwa sistem drainase rumah Anda tidak berfungsi dengan baik.
Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah yang dapat diambil cukup sederhana: pastikan semua lubang pembuangan air ditutup dengan saringan logam, jaga kebersihan saluran air, dan hindari genangan di sekitar rumah. Dengan menjaga kebersihan dan memperbaiki sistem drainase, ular tanah tidak akan dapat menemukan jalan masuk ke rumah Anda lagi.
5. Ular Sanca
Sering kali, ular sanca (Python reticulatus) terlihat di daerah permukiman yang berdekatan dengan sawah atau rawa. Saat musim hujan datang, habitat alaminya seringkali terendam air, sehingga ular sanca mencari lokasi yang kering dan hangat untuk proses penetasan telurnya. Gudang rumah, hingga kloset yang terhubung ke septictank menjadi lokasi favorit karena gelap dan jarang diganggu.
Ular ini tidak memiliki racun, tetapi mampu mempertahankan diri dengan lilitannya yang sangat kuat. Ukurannya dapat mencapai beberapa meter, dan mereka sering ditemukan bersembunyi di balik tumpukan barang. Betina sanca memiliki kebiasaan menjaga telurnya hingga menetas, sehingga mereka dapat tinggal di satu lokasi selama berhari-hari.
Oleh karena itu, penting bagi warga untuk tidak mencoba mengusir ular ini sendiri. Sebaiknya, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau komunitas reptil setempat untuk melakukan evakuasi. Selain itu, menjaga kebersihan gudang secara rutin juga penting agar tidak menjadi tempat yang aman bagi ular untuk bertelur.
6. Blue Coral Snake (Ular Cabai)
Ular cabai (Calliophis bivirgatus) dikenal dengan warna biru metalik yang mencolok dan ekor merah menyerupai cabai. Meskipun penampilannya menarik, ular ini memiliki racun yang sangat berbahaya dan sering kali muncul di pekarangan rumah atau teras yang lembap setelah hujan malam. Beberapa laporan menunjukkan bahwa ular ini sering bersembunyi di balik tumpukan batu bata atau genteng yang dibiarkan di halaman.
Dalam keadaan normal, ular ini tidak akan menyerang manusia kecuali merasa terancam. Namun, karena ular cabai sering mencari tempat hangat di antara sepatu, karung, atau tumpukan kain, ada kemungkinan manusia bisa terkena gigitan tanpa disengaja. Ular ini biasanya bertelur di tanah lembap atau di bawah dedaunan yang sedang membusuk, termasuk di sekitar pekarangan rumah.
Oleh karena itu, penting untuk menghindari penumpukan barang di lantai dan selalu memeriksa sepatu sebelum digunakan, terutama setelah hujan. Pastikan juga agar area sekitar rumah tetap bersih dari sampah organik yang dapat menjadi tempat bersarang bagi ular ini.
7. Ular Copperhead
Ular Copperhead (Agkistrodon contortrix) adalah spesies yang jarang dijumpai di Indonesia, tetapi belakangan ini, munculnya ular ini di daerah perkotaan semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan pergeseran habitat yang membuat ular ini mencari tempat baru. Ular Copperhead cenderung mencari lokasi yang kaya akan serangga dan tikus, yang merupakan dua sumber makanannya yang utama.
Selain itu, warna kulitnya yang mirip dengan daun kering membuatnya sangat sulit untuk terlihat ketika bersembunyi di taman atau di tumpukan daun yang ada di sekitar rumah. Betina Copperhead biasanya memilih tempat yang lembap untuk bertelur, seperti di dekat sumber air, misalnya selokan atau pot besar.
Meskipun racun yang dimiliki oleh ular ini tidak sekuat racun kobra, gigitan dari Copperhead tetap dapat berbahaya. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu menggunakan sepatu tertutup saat berjalan di luar rumah, terutama setelah hujan. Selain itu, hindarilah menumpuk daun atau ranting di pekarangan dalam waktu yang lama agar tidak menarik perhatian ular Copperhead ke area sekitar rumah Anda.
8. Ular Tropidolaemus Wagleri
Ular Tropidolaemus wagleri, yang lebih dikenal dengan sebutan ular hijau ekor merah, sering kali terlihat di sekitar rumah karena ketertarikan mereka terhadap cahaya lampu yang menarik serangga. Ular ini biasanya menunggu mangsanya di dahan pohon atau di area terbuka yang dekat dengan jendela yang terang benderang.
Pada saat musim hujan, ular ini cenderung mencari lokasi yang lembap untuk bertelur, seperti pot tanaman atau ventilasi. Dengan warna hijau cerah dan ekor merah yang mencolok, ular ini sering kali disalahartikan sebagai ular daun biasa. Namun, penting untuk diingat bahwa racun yang dimiliki ular ini dapat menyebabkan pembengkakan yang serius pada manusia.
Untuk mengurangi risiko kedatangan ular ini, sebaiknya matikan lampu luar rumah ketika tidak digunakan. Selain itu, penting untuk membersihkan area taman secara teratur dan menghindari penanaman tanaman yang terlalu rapat di dekat tembok. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi kemungkinan ular mendekati area tempat tinggal Anda.