FOTO: Kebakaran Hebat Hanguskan Hotel Super Mewah di Courchevel Alpen Prancis
Kebakaran besar melanda hotel bintang lima Grandes Alpes di resor ski mewah Courchevel Alpen Prancis dan memaksa ratusan orang dievakuasi.
Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan kebakaran hebat yang melanda hotel bintang lima Grandes Alpes di resor ski elite Courchevel, Alpen Prancis, pada Selasa malam (27/01/2026). Hotel super mewah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu akomodasi paling eksklusif di Pegunungan Alpen.
Kebakaran dilaporkan bermula dari bagian loteng bangunan hotel Grandes Alpes di kawasan Courchevel 1850 sekitar Selasa malam waktu setempat. Penghuni hotel dengan tarif menginap mencapai sekitar Rp253 juta per malam itu segera dievakuasi setelah api dengan cepat menyebar melalui struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.
Hingga Rabu pagi, layanan darurat setempat masih berupaya memadamkan api yang juga menjalar ke bangunan kayu di sekitarnya. Sekitar 100 orang dievakuasi dari hotel Grandes Alpes, sementara puluhan petugas pemadam kebakaran terus dikerahkan untuk mengendalikan situasi.Sebagai langkah pencegahan, sekitar 200 orang lainnya turut dievakuasi dari Hotel Lana bintang lima yang berada di sebelah lokasi kebakaran. Tidak ada laporan korban jiwa serius dalam peristiwa ini.
Courchevel 1850 dikenal sebagai salah satu resor ski paling mewah dan mahal di dunia. Kawasan ini kerap menjadi tujuan liburan tokoh-tokoh ternama internasional. Sejumlah figur publik yang pernah menginap di kawasan tersebut antara lain pasangan David dan Victoria Beckham, penyanyi Robbie Williams, legenda kriket Inggris Ian Botham, serta mendiang aktris dan model Prancis Brigitte Bardot.
Hotel Grandes Alpes sendiri hanya memiliki sembilan apartemen eksklusif yang menawarkan tingkat privasi tinggi. Fasilitas yang tersedia meliputi layanan pelayan pribadi, restoran berbintang Michelin, kolam renang, dan sauna, menjadikannya salah satu hotel paling prestisius di Alpen Prancis. Peristiwa kebakaran ini menjadi sorotan luas karena terjadi di jantung kawasan wisata premium dan berpotensi memengaruhi aktivitas pariwisata di Courchevel selama musim dingin.